Festival Mendongeng Cerita Rakyat Hadir di Jawa Barat, KDM: Dongeng Bentuk Karakter Anak
BOGOR, iNewsPurwakarta.id - Tradisi mendongeng sebagai warisan budaya kembali dihidupkan melalui Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara yang tahun ini hadir di Jawa Barat. Mengusung tema "Menghidupkan Legenda Jawa Barat, Menginspirasi Masa Depan", festival ini menjadi wadah bagi pelajar, mahasiswa, guru, hingga masyarakat umum untuk menampilkan kemampuan bertutur sekaligus mengenalkan kembali cerita rakyat Nusantara.
Kegiatan yang diselenggarakan PT Navaswara Bhuwana Kencana bersama Navaswara Media Nusantara ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bogor.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang dikenal KDM, menilai tradisi mendongeng memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak sejak usia dini. Menurutnya, cerita rakyat bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi media pendidikan yang sarat nilai kehidupan.
"Cerita rakyat atau dongeng adalah pengantar pertumbuhan manusia Indonesia. Banyak anak-anak Indonesia dibentuk berdasarkan cerita yang didengar sejak kecil. Karena telinga mampu membentuk karakter manusia," ujar Dedi Mulyadi, Senin (3/8/2026).
Ia mengajak masyarakat Jawa Barat untuk memanfaatkan festival ini sebagai ruang memperkenalkan kembali kekayaan cerita rakyat kepada generasi muda.
Ketua Pelaksana Festival Suara Nusantara, Cahaya Manthovani, mengatakan festival ini lahir dari keprihatinan terhadap semakin tingginya penggunaan gawai di kalangan anak-anak yang berdampak pada menurunnya minat membaca dan kemampuan berbicara di depan umum.
Melalui kompetisi mendongeng, peserta diajak membaca, memahami, dan membawakan kembali cerita rakyat Indonesia sehingga mampu meningkatkan rasa percaya diri sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya bangsa.
Tahun ini merupakan penyelenggaraan ketiga setelah sebelumnya sukses digelar di DKI Jakarta dan Banten. Seluruh rangkaian semifinal dan final akan berlangsung di Auditorium Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Bogor.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyambut baik penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, mendongeng merupakan salah satu cara efektif menjaga warisan budaya sekaligus membentuk karakter generasi muda agar berani berekspresi dan mencintai budaya daerahnya.
Berbeda dengan lomba mendongeng pada umumnya, panitia telah menyiapkan 15 cerita rakyat khas Jawa Barat sebagai materi yang harus dipilih peserta. Penilaian akan dilakukan oleh komunitas Ayo Dongeng Indonesia dengan aspek kemampuan bertutur, penghayatan karakter, kreativitas, penguasaan panggung, dan kesesuaian cerita.
Pendaftaran dan pengiriman video dibuka hingga 10 Agustus 2026. Tahap penyisihan berlangsung pada 6–13 Agustus, pengumuman semifinalis 15 Agustus, semifinal 22 Agustus, dan grand final 23 Agustus 2026.
Panitia menyediakan total hadiah jutaan rupiah, dengan juara pertama memperoleh Rp5 juta, juara kedua Rp3 juta, dan juara ketiga Rp2 juta, ditambah trofi serta sertifikat. Tersedia pula penghargaan Kostum Terbaik, Juara Favorit, dan Juara Harapan.
Melalui festival ini, penyelenggara berharap tradisi mendongeng kembali menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sebagai media pendidikan karakter sekaligus pelestarian cerita rakyat dan kearifan lokal Jawa Barat.***
Editor: Iwan Setiawan