Tak Dikirimi Uang Istri yang Jadi TKW di Arab Saudi, Ayah Diduga Aniaya Anak Kandung
PURWAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Video dugaan penganiayaan terhadap seorang anak perempuan berusia enam tahun di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, viral di media sosial. Dalam video tersebut, korban diduga mendapat perlakuan kasar dari seorang pria yang disebut-sebut merupakan ayah kandungnya.
Peristiwa itu diduga terjadi di rumah pelaku di Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta.
Anak perempuan yang menjadi korban diketahui bernama Nesya, berusia enam tahun. Sementara pria yang diduga melakukan kekerasan diketahui berinisial P-Y (36)
Informasi yang dihimpun menyebutkan, dugaan penganiayaan tersebut diduga berkaitan dengan persoalan ekonomi. Pelaku disebut kesal karena tidak mendapatkan kiriman uang dari istrinya yang saat ini bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Arab Saudi.
Ketua RT setempat, Tarmad, mengatakan video tersebut diduga sengaja dibuat oleh pelaku untuk dikirimkan kepada istrinya.
Menurut Tarmad, video itu diduga dimaksudkan agar sang istri mengirimkan uang. Nesya sendiri merupakan anak kandung terduga pelaku dengan istri keduanya yang kini bekerja di Arab Saudi.
"Video itu sengaja dibuat agar mendapat kiriman uang dari istrinya yang sedang bekerja di Arab Saudi," ujar Tarmad.
Tarmad juga menyebut, terduga pelaku diketahui memiliki dua istri. Namun, terkait motif sebenarnya di balik dugaan kekerasan tersebut, masih menunggu hasil pemeriksaan polisi.
Kasus ini kini telah ditangani aparat kepolisian. Kapolsek Purwakarta Kota, Kompol Enjang Sukandi, mengatakan pihaknya bersama penyidik Polres Purwakarta telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal.
"Terduga pelaku juga telah diamankan dan menjalani pemeriksaan untuk dimintai keterangan terkait video dugaan penganiayaan tersebut," kata Enjang saat ditemui di lokasi kejadian, Kamis (13/8/2026).
Polisi masih mendalami kronologi dan motif lengkap dugaan kekerasan terhadap anak tersebut. Penyidik juga akan memeriksa sejumlah pihak untuk memastikan fakta di balik video yang telah beredar luas di media sosial.
Kasus ini menjadi perhatian karena korban masih berusia enam tahun dan diduga mengalami kekerasan di lingkungan keluarganya sendiri.***
Editor : Iwan Setiawan