Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, RSUD Bayu Asih Bagikan Masker ke Pengunjung
Advertisement . Scroll to see content

Jurnalis iNews dan 4 Wartawan Hilang Kontak saat Meliput Anak Krakatau, Pos Antemortem Disiapkan

Rabu, 09 September 2026 | 15:25 WIB
  • author Putranegara Batubara
Jurnalis iNews dan 4 Wartawan Hilang Kontak saat Meliput Anak Krakatau, Pos Antemortem Disiapkan
Jurnalis iNews dan 4 Wartawan Hilang Kontak saat Meliput Anak Krakatau. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian jurnalis iNews Yudistiro Pranoto dan 4 wartawan lainnya yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, hingga Rabu (9/9/2026). Polda Banten pun menyiapkan pos antemortem di sekitar lokasi. 

Kapolda Banten Irjen Hengki mengatakan pos antemortem disiapkan dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) sebagai bagian dari kesiapsiagaan jika proses identifikasi diperlukan.

"Kami telah menyiapkan posko antemortem sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam mendukung proses identifikasi apabila diperlukan," ucap Hengki, Rabu (9/9/2026).

Diketahui, tim terpadu langsung bergerak setelah menerima informasi mengenai hilangnya kontak rombongan media. Operasi SAR kemudian dilanjutkan hingga hari ini.

“Sejak mendapatkan informasi pada hari Selasa, tim sudah melakukan pencarian. Dari kemarin hingga hari ini dilanjutkan, baik Basarnas, Polda, Polairud, Lanal, TNI, BPBD dan unsur terkait lainnya bersama-sama melakukan pencarian,” kata Hengki.

Hengki menegaskan keselamatan personel menjadi perhatian utama selama proses pencarian. Pihaknya juga memastikan sarana, prasarana dan sumber daya manusia yang dikerahkan dalam operasi berada dalam kondisi siap.

“Kita akan bekerja keras untuk menemukan rekan-rekan kita yang sampai sekarang belum ditemukan. Namun, keselamatan seluruh tim terpadu yang melakukan pencarian juga harus menjadi perhatian,” ujarnya.

Untuk pemantauan dari udara, Hengki menyebut langkah tersebut belum dilakukan. Hingga saat ini, pencarian masih difokuskan melalui jalur laut. Hal itu dipertimbangkan dengan melihat perkembangan situasi dan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Untuk sampai dengan sekarang belum. Nanti melihat perkembangan hari ini, saya akan minta petunjuk. Kita bisa juga melakukan pemantauan, tetapi situasi erupsi juga harus menjadi pertimbangan,” tutup Hengki.***

Editor: Iwan Setiawan

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut