Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Jurnalis iNews dan 4 Wartawan Hilang Kontak saat Meliput Anak Krakatau, Pos Antemortem Disiapkan
Advertisement . Scroll to see content

IJTI Tegaskan: Tak Ada Berita yang Seharga dengan Nyawa, 5 Jurnalis Anak Krakatau Masih Dicari

Kamis, 10 September 2026 | 14:11 WIB
  • author Irwan
IJTI Tegaskan: Tak Ada Berita yang Seharga dengan Nyawa, 5 Jurnalis Anak Krakatau Masih Dicari
5 Wartawan Hilang Kontak saat Meliput Anak Krakatau. Foto: Istimewa

JAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) terus memantau perkembangan pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hingga kini masih hilang kontak di perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.

IJTI menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Di tengah upaya pencarian yang masih berlangsung, organisasi profesi jurnalis televisi itu menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas peliputan, terutama di wilayah rawan bencana.

Kelima jurnalis yang masih dalam pencarian masing-masing M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhistira Pranoto dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.

Mereka berada dalam satu rombongan bersama tiga awak kapal, yakni Warta selaku pengemudi speedboat, Surakman sebagai awak kapal, dan Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu.

Rombongan tersebut diketahui bertolak menuju kawasan Gunung Anak Krakatau menggunakan speedboat bermesin ganda atau double engine. Seluruh penumpang juga disebut telah dilengkapi jaket pelampung.

IJTI mengapresiasi upaya Tim SAR Gabungan yang terus melakukan pencarian, melibatkan Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud, nelayan setempat, serta berbagai unsur lainnya.

IJTI berharap seluruh proses pencarian segera membuahkan hasil dan kelima jurnalis serta tiga awak kapal dapat ditemukan.

Selain memberikan dukungan kepada Tim SAR, IJTI juga menyampaikan doa dan dukungan moral kepada keluarga para jurnalis dan awak kapal yang masih menunggu kabar dengan penuh kecemasan.

Peristiwa ini sekaligus menjadi momentum evaluasi bagi seluruh ekosistem pers di Indonesia. IJTI menilai perlu ada penguatan standar operasional prosedur keselamatan, mitigasi risiko, serta pembekalan safety awareness bagi jurnalis sebelum diterjunkan ke lokasi bencana maupun medan peliputan ekstrem.

IJTI menegaskan, keberanian jurnalis dalam mencari dan menyampaikan informasi kepada publik harus tetap diiringi dengan kesadaran terhadap keselamatan.

“Tidak ada berita yang seharga dengan nyawa manusia.”

IJTI juga menegaskan bahwa jurnalisme yang baik bukan hanya berpihak pada kebenaran, tetapi juga pada kemanusiaan. Karena itu, tujuan tertinggi dari setiap peliputan adalah memastikan jurnalis dapat kembali dengan selamat dan berkumpul bersama keluarganya.

Pernyataan tersebut disampaikan Pengurus Pusat IJTI di Jakarta, 10 September 2026, dan ditandatangani Ketua Umum IJTI Herik Kurniawan serta Sekjen Usmar Almarwan.

Editor: Iwan Setiawan

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut