[OPINI]: Purwakarta, antara Gerakan Perubahan dengan Status Quo

Tatang Budimansyah

Kelompok ini beranggapan wajah Purwakarta  di bawah kepemimpinan Anne Ratna Mustika cemang-cemong. Tak ada yang mesti dibanggakan, apalagi diapresiasi. 
Sebagian besar kebijakan yang diambil Anne dianggap tak sejalan dengan ekspektasi masyarakat.

Sebaliknya, ada pula kelompok yang menilai Anne mampu mendandani Purwakarta sehingga tampak cantik. Kelompok ini merasa nyaman dan menilai Purwakarta di bawah rezim Anne jauh lebih baik daripada rezim sebelumnya. Mereka nyaman dengan predikat status quo, dan anti perubahan. Singkat kata, di mata kelompok ini, Anne berhasil menghantarkan Purwakarta menjadi kabupaten yang lebih istimewa. 

Yang tak boleh dilupakan adalah, setiap rezim memiliki sisi hitam dan putih, bahkan abu-abu. Ada kelebihan, dan ada kekurangannya. Ada keberhasilan, dan ada pula kegagalan.

Gerakan perubahan boleh dimaknai sebagai upaya mengubah sesuatu yang buruk menjadi baik. Atau mengganti sesuatu yang buruk atau lama menjadi sesuatu yang baik atau baru.

Jika makna itu yang diterapkan Gemppur, maka komunitas ini mesti pandai memilah mana kebijakan rezim Anne yang perlu diubah, diganti, atau diperbaharui. 
Selain itu, pilah juga mana kebijakan yang perlu dipertahankan atau diteruskan. Dalam konteks ini, nilai obyektifitas sangat perlu untuk dikedepankan.

Editor : Iwan Setiawan

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4 5

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network