[OPINI]: Purwakarta, antara Gerakan Perubahan dengan Status Quo

Tatang Budimansyah

Menjelang Pilkada Purwakarta 2024, belum lama ini ada kelompok masyarakat yang mengusung jargon gerakan perubahan. Kelompok ini menamakan diri sebagai Gemppur, kependekan dari Gerakan Masyarakat Perubahan Purwakarta. Ivan Kuntara didapuk sebagai ketuanya. 

Saat Gemppur dideklarasikan, secara eksplisit Ivan menyatakan kesiapannya menjadi kontestan dalam Pilkada Purwakarta 2024. Pernyataan Ivan ini boleh ditanggapi dengan apresiasi, atau dengan cibiran. Yang pasti, biasanya para peminat jabatan Bupati atau Wakil Bupati Purwakarta sungkan menyatakan minatnya di saat pelaksanaan Pilkada masih setahun ke depan.

Mereka cenderung merasa nyaman bersikap wait and see. Alhasil, saat Pilkada sudah di depan mata, popularitas tak dapat diraih, dan elektabilitas pun jeblok.
Selain Ivan, ada sosok lain yang sudah memamerkan wajahnya dengan senyum simpul di ruang publik. Di antaranya Saepul Bahri Binzein dan Zaenal Arifin.

Kita kembali ke soal gerakan perubahan.  Ivan Kuntara menyinggung soal kinerja rezim yang saat ini berkuasa, dan rezim sebelumnya. Itu dilakukannya saat dia berorasi dalam acara deklarasi Gemppur. 

Yang disindirnya, mulai dari masalah patung-patung yang tersebar di antero Purwakarta, hingga pohon-pohon yang disarungi. Sebagian ada yang menilai positif konten orasi Ivan ini. Tapi tak sedikit pula yang menilai, Ivan sedang ‘menelanjangi’ rezim. Mereka berpendapat Ivan kurang santun. Saat berorasi, Ivan membandingkan antara kinerja yang telah dilakukan rezim dalam tiga periode terakhir, dengan kinerjanya jika kelak ia menjadi bupati. 

Editor : Iwan Setiawan

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4 5

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network