KARAWANG, iNewsPurwakarta.id - Seorang pemuda asal Karawang melakukan aksi diam seorang diri di depan kantor Polres Karawang, Kamis, sebagai bentuk protes terhadap lambannya penanganan sejumlah laporan masyarakat oleh aparat kepolisian.
Aksi tersebut dilakukan dengan berdiri di depan area kantor kepolisian sambil membawa poster berisi kritik. Selama aksi berlangsung, pemuda tersebut tidak melakukan orasi dan hanya menyampaikan pesan protes secara simbolis.
Pemuda itu diketahui bernama Tri Prasetio Putra Mumpuni. Ia menyatakan aksi yang dilakukannya merupakan bentuk kegelisahan sekaligus kritik terhadap pelayanan hukum yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada masyarakat kecil.
Menurut Tri, masih banyak warga yang telah melaporkan berbagai kasus ke kepolisian, namun harus menunggu lama tanpa kepastian mengenai proses hukum yang berjalan.
“Aksi ini adalah bentuk protes moral saya terhadap lambannya penanganan laporan masyarakat di Polres Karawang. Banyak orang kecil yang datang mencari keadilan, tetapi prosesnya sangat lama dan penuh ketidakpastian,” ujar Tri kepada wartawan.
Ia juga menyoroti adanya persepsi di tengah masyarakat bahwa penanganan perkara sering kali berjalan lebih cepat apabila pelapor memiliki kekuatan ekonomi atau jabatan tertentu.
“Yang menjadi pertanyaan bagi saya, kenapa masyarakat kecil yang tidak punya uang harus menunggu lama untuk mendapatkan keadilan? Bahkan ada anggapan di masyarakat bahwa penyidikan baru berjalan kalau ada uang lebih dulu. Sementara mereka yang memiliki jabatan atau kekuasaan bisa membuat laporan yang langsung diproses,” katanya.
Menurut Tri, kondisi tersebut berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga penegak hukum apabila tidak segera diperbaiki secara serius.
Ia menegaskan bahwa aksi yang dilakukan bukan bertujuan menyerang institusi kepolisian, melainkan sebagai bentuk kritik konstruktif agar pelayanan hukum kepada masyarakat dapat berjalan lebih transparan, profesional, dan adil.
“Aksi ini bukan karena kebencian terhadap institusi, tetapi bentuk kepedulian agar hukum benar-benar hadir untuk semua orang tanpa membedakan siapa yang punya uang, siapa yang punya jabatan, dan siapa rakyat biasa,” tegasnya.
Tri berharap kritik yang disampaikan melalui aksi tersebut dapat menjadi perhatian pihak kepolisian, khususnya Polres Karawang, agar meningkatkan respons serta keseriusan dalam menindaklanjuti laporan masyarakat.
Aksi diam tersebut berlangsung tertib dan damai di depan kantor Polres Karawang, sebagai simbol bahwa masyarakat masih memiliki harapan agar keadilan dapat ditegakkan secara setara bagi semua pihak.***
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
