Bikin Anak Sekolah ‘Kecanduan’ Susu, MBG Jadi Jembatan Menuju Generasi Emas

Tatang Budimansyah
Para siswa dan siswi SMP Negeri 1 Purwakarta saat acara buka puasa bersama di lingkungan sekolah. Foto: tatang budimansyah/iNewsPurwakarta.id

Dijelaskan Epi,  pengolahan susu untuk Program MBG diproses melalui teknologi pemanasan, “Ini untuk menjamin keamanan pangan dan memperpanjang masa simpan,” tuturnya.

Perlu Kemasan Susu yang Aman

Ada dua metode utama pengolahan susu, yakni pasteurisasi dan ultra high temperature (UHT). “Pasteurisasi dilakukan dengan pemanasan di bawah 100 derajat Celsius. Adapun UHT sebaliknya, hingga mencapai kondisi steril,” imbuhnya.

Susu pasteurisasi memiliki masa simpan pendek, hanya bertahan antara tiga hingga tujuh hari. Oleh karena itu, jenis susu ini lebih cocok digunakan di wilayah yang dekat dengan sentra produksi susu.

Adapun susu UHT memiliki keunggulan dari sisi distribusi dan ketahanan. Susu jenis ini dapat disimpan pada suhu ruang tanpa pendingin selama enam bulan hingga satu tahun, selama kemasan belum dibuka.


Susu yang siap dibagikan kepada para siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Foto: dok BGN

 

Tanpa pengolahan dan kemasan yang benar, dikhawatirkan susu malah menjadi minuman yang tidak menyehatkan. Lebih dari itu, malah akan membawa dampak buruk terhadap kesehatan. Salah satunya adalah kasus keracunan yang terjadi di sejumlah daerah.

Beberapa kasus keracunan susu, di antaranya:

 

-              24 Oktober 2023, Siswa SDN 71 Sukagalih, Kecamatan Sukajadi, Bandung, Jawa Barat, mengalami keracunan massal usai meminum susu kemasan yang dijual murah Rp1.000. Susu dijual oleh orang tidak dikenal yang datang ke sekolah.

-              14 November 2018, 160 siswa di tiga Sekolah Dasar (SD) di Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, mengalami gejala sakit perut, mual dan pusing setelah mengonsumsi susu.

-              2 Januari 2025, belasan warga Kampung Parigi, Desa Sukamaju, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dirawat di rumah sakit karena keracunan usai meminum susu kambing dalam acara aqiqah.

-              29 Oktober 2025, enam murid SDN Margorejo 1 Surabaya mengalami mual, muntah, dan diare usai mengonsumsi susu kemasan yang mereka beli dengan harga promosi di sekitar sekolah.

 

Agar peristiwa memilukan itu tak kembali terjadi, maka diperlukan kemasan yang aman untuk susu. Bicara soal kemasan, tak bisa dilepaskan dengan peran PT Lami Packaging Indonesia (Lamipak), produsen kemasan aseptik.

Editor : Iwan Setiawan

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4 5 6

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network