“Supaya data akurat dan pembangunan tepat sasaran, masyarakat harus jujur saat disurvei. Ada kesempatan pemutakhiran setiap tiga bulan sekali,” katanya.
Acara tersebut juga dimeriahkan berbagai penampilan dari siswa Sekolah Rakyat, mulai dari pidato dalam empat bahasa — Inggris, Jepang, Mandarin, dan Arab — hingga pembacaan puisi serta paduan suara siswa bersama pilar sosial Kabupaten Purwakarta.
Dalam kegiatan ini juga hadir sejumlah pejabat kementerian dan pemerintah daerah, para camat, kepala desa, operator desa, pendamping desa, serta ratusan pilar sosial dari Kabupaten Purwakarta.
Kementerian Sosial juga membuka ruang partisipasi publik dalam pemutakhiran DTSEN melalui dua jalur, yakni jalur formal dan jalur partisipatif.
Melalui jalur formal, masyarakat dapat mengajukan pembaruan data melalui RT/RW dan operator SIKS-NG di desa atau dinas sosial, yang kemudian dibahas dalam musyawarah desa sebelum diverifikasi oleh pendamping PKH dan pemerintah daerah.
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
