Pandangan serupa disampaikan konten kreator sekaligus pegiat olahraga lari, Namira Adjani. Dia mengaku banyak belajar membangun mental dari lingkungan pertemanan yang beragam, termasuk dari orang-orang yang usianya jauh lebih tua.
“Karena banyak juga aku di dunia lari tuh temenan sama orang yang jauh lebih tua dari aku, yang udah seumuran mamaku. Tapi dari perspektif yang berbeda-beda itu, kayak mentalku tuh bisa kebentuk menjadi lebih strong,” tutur Namira.
Namira juga mengungkapkan dirinya pernah mengalami fase overthinking dan takut mencoba hal baru. Namun, dia menyadari pola pikir tersebut justru menjadi penghambat dalam berkembang.
“Nah di tengah-tengah kuliah, aku sadar kalo mindset itu tuh gak baik gitu buat aku. Jadinya aku switch menjadi orang yang lebih chill, jadi kayak yang penting dijalanin dulu aja, kalaupun emang ada ups and downsnya, yaudah gapapa, itu part of the process kita belajar gitu,” katanya.
Menurut Namira, anak muda juga perlu mengikuti aktivitas yang mampu melatih daya tahan mental. Salah satunya melalui olahraga lari maraton yang dinilai tidak hanya menguras fisik, tetapi juga menguji kekuatan pikiran.
“Nah dan yang terakhir, itu ikut kegiatan-kegiatan yang semacam bisa membuat mentalnya lebih kuat, kayak marathon. Karena marathon itu kan kita lari 3 jam loh, 3-4 jam, yang menemani kita cuma musik dan diri kita sendiri gitu. Kan mau gak mau dalam menyelesaikan hal itu, kita tuh harus bermental kuat. Karena kalo mental kita gak kuat, itu pasti di tengah-tengah,” ujarnya.
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
