Menurutnya, kenaikan harga dipicu oleh sejumlah faktor, mulai dari kondisi cuaca yang kurang mendukung produksi hingga meningkatnya kebutuhan pasar. Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai turut mendorong permintaan sejumlah bahan pangan.
“Permintaan meningkat, sementara pasokan tidak bertambah banyak. Ditambah faktor cuaca dan distribusi, akhirnya harga ikut naik,” katanya.
Jeje juga menilai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat turut memengaruhi harga beberapa komoditas yang bergantung pada pasokan dari luar daerah maupun impor.
Lonjakan harga tersebut mulai dirasakan masyarakat. Banyak pembeli mengaku harus menyesuaikan pola belanja agar pengeluaran rumah tangga tetap terkendali.
Salah seorang pembeli, Evi, mengatakan dirinya kini lebih selektif dalam membeli kebutuhan dapur.
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
