Bangkit dari Bencana, Warga Huntara Aceh Tamiang Panen Sayuran Hidroponik dan Ikan Lele

Irwan
Warga Penyintas Bencana di Aceh Tamiang Panen Sayuran Hidroponik. Foto: Istimewa

PURWAKARTA, iNewsPurwkaarta.id - Di tengah keterbatasan hidup di hunian sementara (Huntara) pascabanjir dan longsor, warga penyintas di Kabupaten Aceh Tamiang mulai merasakan hasil nyata dari upaya bangkit bersama. Melalui Program Kebun Harmoni, mereka berhasil memanen sayuran hidroponik dan ikan lele hasil budidaya bersama.

Panen tersebut bukan sekadar menghasilkan bahan pangan, tetapi juga menjadi simbol tumbuhnya harapan dan semangat masyarakat untuk kembali mandiri setelah diterpa bencana.

Program Kebun Harmoni merupakan kolaborasi PT East West Seed Indonesia (EWINDO) bersama Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung (SITH ITB) yang berfokus pada penguatan ketahanan pangan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Selama beberapa bulan terakhir, warga Huntara mendapatkan pelatihan budidaya sayuran hidroponik, pemanfaatan growbox di lahan terbatas, budidaya ikan lele dengan sistem bioflok, hingga pembuatan pupuk organik cair dan bokashi. Pendampingan dilakukan secara bertahap agar masyarakat mampu mengelola budidaya secara mandiri, mulai dari penanaman hingga panen.

Pegiat hidroponik Aceh yang mendampingi program tersebut, Obi, mengatakan keberhasilan Kebun Harmoni tidak hanya diukur dari hasil panen, tetapi juga dari perubahan semangat warga.

"Yang paling membahagiakan bukan hanya melihat sayuran tumbuh, tetapi melihat warga kembali memiliki semangat untuk berkegiatan bersama. Mereka belajar, saling membantu, dan mulai percaya bahwa mereka mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarganya sendiri. Harapannya, ketika kembali ke rumah masing-masing, ilmu ini tetap mereka bawa dan terus dikembangkan," ujarnya.

Bagi para penyintas, hasil panen memberikan manfaat langsung bagi kehidupan sehari-hari. Sayuran yang dipetik sendiri membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga, sementara ikan lele menjadi sumber protein yang mudah diperoleh. Aktivitas berkebun juga menghadirkan rutinitas positif yang mempererat kebersamaan sekaligus mendukung pemulihan psikososial warga.

Panen bersama tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Tamiang, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Aceh Tamiang, Kepala Desa Bundar, serta Kepala Desa Kota. Kehadiran para pemangku kepentingan menjadi bentuk dukungan terhadap pembangunan ketahanan pangan masyarakat secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Aceh Tamiang berharap Kebun Harmoni dapat menjadi simbol kebangkitan masyarakat pascabencana, di mana semangat gotong royong menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri.

Sementara itu, Vice President Director PT East West Seed Indonesia (EWINDO), Isak Heryawan, menegaskan bahwa keberhasilan program ini bukan semata-mata diukur dari banyaknya hasil panen.

"Di EWINDO, kami percaya bahwa benih bukan hanya awal dari sebuah tanaman, tetapi juga awal dari harapan. Melalui Kebun Harmoni, kami ingin berbagi pengetahuan, mendampingi masyarakat, dan membantu membangun kemampuan agar mereka dapat menghasilkan pangan secara mandiri. Ketika masyarakat mampu menanam, memanen, dan berbagi hasilnya bersama, di situlah ketahanan pangan sekaligus harapan mulai tumbuh," katanya.

Melalui Program Kebun Harmoni, EWINDO bersama SITH ITB berharap semakin banyak komunitas terdampak bencana dapat membangun kembali kehidupan yang lebih kuat. Sebab, pemulihan pascabencana bukan hanya soal membangun rumah yang rusak, tetapi juga membangun kembali keterampilan, kepercayaan diri, serta harapan untuk masa depan yang lebih baik.***

Editor : Iwan Setiawan

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network