JAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Tim SAR menemukan sebuah jaket pelampung atau life jacket saat hari ketiga operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Namun, hingga kini belum dapat dipastikan apakah jaket pelampung tersebut berkaitan dengan delapan orang yang masih dalam pencarian.
Jaket pelampung itu ditemukan oleh KAL Anyer saat menyisir perairan Selat Sunda pada Kamis (10/9/2026). Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Banten, Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani, mengatakan benda tersebut ditemukan pada koordinat 06°04'40" Lintang Selatan dan 105°45'17" Bujur Timur sekitar pukul 15.10 WIB.
"Jadi pada posisi di lintang bujur 06 derajat, 04 menit 40 detik selatan dan 105 derajat 45 menit 17 detik timur pada pukul 15.10 WIB KAL Anyer melihat objek yang diduga sebagai life jacket," ujar Wawan, Kamis (10/9/2026).
Saat kapal mendekati objek tersebut, tim SAR menemukan benda lain di lokasi yang sama. Benda itu berupa pelampung botol berwarna putih.
Wawan mengatakan titik penemuan life jacket berada sekitar 7,5 nautical mile dari suar Tanjung Cikoneng Anyar, Serang, Banten. Lokasi tersebut juga berjarak sekitar 20 nautical mile dari Gunung Anak Krakatau.
Dua benda yang ditemukan kemudian dibawa ke Posko SAR Gabungan untuk menjalani identifikasi. Kendati demikian, Wawan menegaskan belum ada kepastian bahwa life jacket dan pelampung botol tersebut merupakan milik delapan orang yang hilang kontak.
"Kita tidak bisa menyampaikan, mengonfirmasi atau menyampaikan dari sisi gambar atau tampilan video (apakah sama dengan milik korban)," kata dia.
Sebelumnya, kapal yang membawa rombongan tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, menuju Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Perjalanan diperkirakan memakan waktu sekitar dua jam.
Namun, pada pukul 14.42 WIB, kapal tersebut dilaporkan hilang kontak di antara perairan Carita dan Gunung Anak Krakatau.
Kapal itu membawa lima jurnalis. Tiga orang lainnya terdiri atas kapten kapal, anak buah kapal (ABK), dan pemandu.
Lima jurnalis yang hingga kini masih dalam pencarian yakni Yudistiro Pranoto, jurnalis atau pewarta foto iNews; Firdaus Wajidi, jurnalis Anadolu Agency; Donal Husni, jurnalis freelance; M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto Antara; serta Arie Basuki, pewarta foto Merdeka.com.
Sementara tiga orang lainnya adalah Warta selaku kapten kapal, Surakman sebagai kru kapal atau ABK, dan Heriyanto yang bertugas sebagai guide atau pemandu.
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
