Kisah Difabel dari Beji: Sahabat Istimewa yang Tumbuh Bersama Mekar Bestie

Tatang Budimansyah
Khaidar Muslim tampak serius berkreasi membuat tas laptop dan tas jinjing di ruang sheltered workshop YPLB Nusantara. (Foto: dok YPLB Nusantara)

Bukan hanya terampil menjahit, Khaidar Muslim juga pandai melukis dan gemar bercocok tanam dengan sistem hidroponik. Tiga rutinitas yang dilakoninya itu, hanya sebagian kecil dari beragam kegiatan lain yang dijalaninya. Makin sibuk, pemuda tunagrahita itu makin mampu meredam pertanyaan yang kerap mengganggu benaknya: ‘siapa orang tua saya?’

BAGI Khaidar, kendati tak mengenal ayah dan ibunya, dia tetap melafalkan doa kebaikan untuk keduanya. Dia meyakini doa yang kerap dipanjatkannya akan tetap dikabulkan.Di depan mesin jahit, pemuda yang berperawakan jangkung ini terus berkreasi. Dengan cekatan dia membuat pola, menggunting bahan dan mengukurnya, hingga suara mesin jahit terdengar ke seisi ruangan.

“Khaidar, anak yatim piatu, ada yang mengantarkan ke panti ini saat usianya sekitar tujuh tahunan, wajar jika dia tak bisa mengingat siapa orang tuanya,” terang Lia Amaliah, guru di panti Yayasan Pendidikan Luar Biasa (YPLB) Nusantara, Sabtu, 5 September 2026.

Sejak saat itu, Khaidar tumbuh bersama kawan-kawan disabilitas lainnya di asrama yayasan yang berlokasi di Jalan Sempu, Kelurahan/Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat itu.

Khaidar, siswa kelas 12 SMALB yang kini berusia 17 tahun, ternyata menemukan banyak kawan yang bernasib sama di panti itu. Mereka menjalani hari-hari dengan ceria bersama para pembimbing dan pengasuh.

“Dia adalah siswa yang memiliki multitalenta. Di yayasan ini dia menjadi salah satu siswa yang unggul. Dia sangat terampil meskipun menyandang tunagrahita. Dalam bidang menjahit, misalnya,” ujar Lia.

YPLB Nusantara memiliki sheltered workshop, sebuah ruang untuk pelatihan keterampilan dan bimbingan aktivitas bagi para penyandang disabilitas. Di ruang itu Khaidar dan kawan-kawannya berkreasi.  


Dengan terus berkreasi, Khaidar Muslim merasa dirinya lebih memiliki kebanggaan dan percaya diri. (Foto: dok YPLB Nusantara)
 

 

Diungkapkan Lia, salah satu aktivitas yang digemari Khaidar adalah membuat tas laptop dan tas jinjing kecil (goodie bag) yang terbuat dari limbah plastik.

“Ini merupakan program kolaborasi antara YPLB Nusantara dengan Elnusa yang terjalin sejak 2024,” terang Lia.

Kegiatan yang dimaksudnya yakni program ekonomi sirkular melalui pengolahan sampah daur ulang hasil kreativitas anak yang digagas PT Elnusa Tbk.

Elnusa, anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, menamai program tersebut sebagai Merajut Karya Bersama Sahabat Disabilitas Elnusa (Mekar Bestie).

Editor : Iwan Setiawan

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network