Antisipasi Penyakit AHS dan Strangles, Diskanak Purwakarta Periksa Kesehatan Kuda

Irwan
Diskanak Purwakarta Periksa Kesehatan Kuda. Foto: ist

PURWAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mengintensifkan pelayanan kesehatan kuda untuk mengantisipasi potensi penyakit sekaligus menjaga kebugaran hewan yang dipersiapkan mengikuti Kejuaraan Lomba Berkuda Endurance PORDASI.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati World Rabies Day 2026 dan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan. Pelayanan kesehatan kuda tersebut merupakan kelanjutan dari program vaksinasi rabies gratis yang digelar pada 17 September 2026.

Pelayanan kesehatan dilaksanakan di Stable Jirga dan Stable Radja, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, pada Senin (21/9/2026).

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Diskanak Purwakarta, Wini Karmila, mengatakan kegiatan tersebut meliputi pemberian vitamin, obat cacing, desinfeksi, serta pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium.

Menurut Wini, pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan kesejahteraan kuda, sekaligus mendukung perlindungan kesehatan masyarakat.

Dalam pengambilan dan pemeriksaan sampel, Diskanak Purwakarta berkoordinasi dengan Balai Veteriner Subang, Kementerian Pertanian. Pemeriksaan diarahkan untuk mendeteksi kemungkinan penyakit African Horse Sickness (AHS) dan Strangles atau penyakit cekik.

Selain itu, Diskanak juga berkoordinasi dengan Bamin Pol Satwa (Kuda) Polda Jawa Barat, mengingat beberapa kuda dipersiapkan untuk mengikuti Kejuaraan Lomba Berkuda Endurance PORDASI.

Antisipasi Penyakit Berbahaya pada Kuda

African Horse Sickness (AHS) merupakan penyakit akibat infeksi virus dari genus Orbivirus yang ditularkan melalui gigitan serangga pengisap darah, khususnya lalat kecil dari genus Culicoides.

Penyakit ini dapat menyebabkan demam tinggi, pembengkakan di sekitar mata, kepala, dan leher, hingga gangguan pernapasan berat. Pada kuda yang belum memiliki kekebalan, tingkat kematiannya dapat mencapai 70 hingga 95 persen.

Hingga saat ini, vaksin AHS belum tersedia di Purwakarta. Karena itu, pengendalian serangga pembawa virus dan pemantauan kesehatan kuda menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.

Sementara itu, Strangles merupakan penyakit infeksi bakteri Streptococcus equi subspesies equi yang sangat menular pada kuda.

Penularannya dapat terjadi melalui kontak langsung antarkuda maupun secara tidak langsung melalui peralatan kandang, tempat pakan, dan air minum yang terkontaminasi cairan hidung atau nanah.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam, kehilangan nafsu makan, keluarnya cairan bernanah dari hidung, serta pembengkakan kelenjar getah bening di bawah rahang yang berpotensi mengganggu pernapasan.

Pencegahan dapat dilakukan melalui penerapan biosekuriti kandang, pemisahan kuda yang menunjukkan gejala sakit, serta karantina kuda baru sebelum dicampurkan dengan kuda lainnya.

Diskanak Purwakarta berencana memperluas pelayanan kesehatan hewan kepada pemilik kuda secara perorangan, termasuk pemilik kuda delman dan kuda tarik di wilayah Kabupaten Purwakarta.

Melalui pelayanan langsung dan berkelanjutan, kondisi kesehatan kuda diharapkan tetap terjaga, sementara potensi penyebaran penyakit dapat diketahui sedini mungkin.

Upaya ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap kesiapan kuda yang akan mengikuti kegiatan olahraga berkuda, termasuk Kejuaraan Lomba Berkuda Endurance PORDASI.

Dengan pemeriksaan kesehatan secara berkala, pemilik kuda diharapkan semakin memperhatikan kondisi hewan peliharaannya, menerapkan langkah pencegahan penyakit, serta memastikan kuda mendapatkan perawatan yang memadai.***

Editor : Iwan Setiawan

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network