Isu Friksi Bupati vs Wabup Purwakarta, DPRD: Jika Berlarut, Akan Turunkan Kepercayaan Publik
“Namun itu belum tentu mencerminkan konflik personal, melainkan bisa jadi bagian dari proses pendewasaan tata kelola pemerintahan,” imbuhnya.
Dewan memandang penting menjaga stabilitas pemerintahan dan kondusivitas daerah. Jika memungkinkan, kata Luthfi, DPRD akan mendorong komunikasi yang sehat, menjembatani dialog, serta memastikan roda pemerintahan tetap berjalan sesuai regulasi dan kepentingan masyarakat.
Dewan berdiri pada posisi netral, objektif, dan berorientasi pada kepentingan rakyat, bukan pada dinamika personal.
Dia mengimbau kepada Bupati dan Wabup Purwakarta untuk mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi atau kelompok, memperkuat komunikasi, serta menjaga soliditas kepemimpinan.
“Amanah rakyat adalah tanggung jawab bersama, sehingga sinergi, saling menghargai peran, dan kebesaran jiwa sangat dibutuhkan agar pembangunan Purwakarta tetap berjalan optimal. Perbedaan boleh ada, tapi persatuan dalam melayani rakyat adalah harga mati,” tandas Luthfi.
Isu terjadinya friksi mulai mencuat, menyusul postingan Bang Ijo di media sosial beberapa waktu lalu. Dalam postingan tersebut, Bang Ijo memaparkan bahwa dia tak pernah dilibatkan dalam kapasitasnya sebagai wakil bupati.***
Editor : Iwan Setiawan