Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tanamkan Disiplin Lalulintas Sejak Dini, Polwan Purwakarta Gelar Police Goes To School
Advertisement . Scroll to see content

Daya Beli Turun, Penjual Sapi Kurban di Purwakarta Keluhkan Penjualan Lesu Jelang Idul Adha 2026

Minggu, 10 Mei 2026 | 13:46 WIB
  • author irwan
Daya Beli Turun, Penjual Sapi Kurban di Purwakarta Keluhkan Penjualan Lesu Jelang Idul Adha 2026
Stok sapi kurban di Dafi Farm di Kampung Ciseureuh Desa Cibodas Kecamatan Bungursari Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Minggu (10/5/2026). (Foto: iNewsPurwakarta.id/Irwan)

PURWAKARTA, iNewsPurwakarta.id – Menjelang perayaan Idul Adha 2026, sejumlah penjual hewan kurban jenis sapi di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, mengeluhkan menurunnya daya beli masyarakat. Penurunan pembelian sapi kurban tahun ini diperkirakan mencapai 20 hingga 30 persen dibanding tahun sebelumnya.

Salah satunya dirasakan Khadapi, penjual sapi kurban di Dafi Farm yang berlokasi di Kampung Ciseureuh, Desa Cibodas, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Minggu (10/5/2026).

Di kandangnya, Khadapi menyediakan berbagai jenis sapi kurban seperti Limosin, Simental, Pegon, hingga sapi Madura yang didatangkan dari Pulau Jawa dan Lampung.

“Untuk tahun ini kami menyediakan 24 ekor sapi berbagai jenis. Sekarang tinggal 10 ekor karena sisanya sudah dibeli dan dipesan pelanggan,” ujar Khadapi.

Harga sapi yang ditawarkan pun bervariasi. Untuk sapi termurah jenis Limosin dan Simental dengan bobot di bawah 400 kilogram dibanderol mulai Rp23 juta. Sementara sapi termahal jenis Simental keturunan asli dengan bobot mencapai 800 kilogram dijual hingga Rp75 juta per ekor.

Menurut Khadapi, lesunya penjualan tahun ini dipengaruhi kenaikan harga sapi dan biaya pakan yang terus meningkat. Bahkan, harga sapi mengalami kenaikan rata-rata Rp1 juta hingga Rp4 juta per ekor untuk semua jenis.

“Penjualan tahun ini memang turun sekitar 20 sampai 30 persen. Harga sapi naik, begitu juga harga pakan,” keluhnya.

Meski demikian, Khadapi tetap optimistis penjualan sapi kurban akan terus meningkat mendekati Hari Raya Idul Adha. Pasalnya, sekitar 60 persen stok sapi yang dimilikinya telah terjual.

Untuk menarik minat pembeli, Dafi Farm memberikan sejumlah layanan tambahan. Sapi yang telah dibeli pelanggan tetap dipelihara di kandang hingga waktu pengantaran tiba, lengkap dengan garansi kesehatan, garansi kematian, hingga garansi bobot sapi.

Tak hanya itu, sapi-sapi tersebut juga diberi pakan organik berupa rumput pakcong yang ditanam sendiri di area kandang karena memiliki kandungan protein tinggi.

“Kalau lima hari sebelum lebaran bobot sapi turun, harga akan dikurangi. Tapi kalau bobotnya naik, pembeli tidak dikenakan biaya tambahan,” pungkas Khadapi.***

Editor: Iwan Setiawan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut