Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Ratusan Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek
JAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A Purwantono, mengungkapkan lonjakan arus kendaraan keluar Jabotabek selama periode H-1 hingga hari H libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026 mencapai 334.419 kendaraan. Jumlah tersebut meningkat 20,61 persen dibandingkan volume lalu lintas normal yang berada di angka 277.278 kendaraan.
Menurut Rivan, data tersebut merupakan akumulasi arus lalu lintas dari empat gerbang tol utama, yakni GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama menuju arah Trans Jawa, GT Cikupa menuju Merak, serta GT Ciawi menuju kawasan Puncak.
Ia menjelaskan, mayoritas kendaraan bergerak menuju arah timur. Sebanyak 157.269 kendaraan atau sekitar 47 persen tercatat menuju Trans Jawa dan Bandung. Sementara itu, 92.124 kendaraan bergerak ke arah barat menuju Merak, sedangkan 85.026 kendaraan lainnya menuju wilayah selatan atau kawasan Puncak.
Tingginya arus kendaraan keluar Jabotabek selama libur panjang ini disebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat untuk memanfaatkan momentum liburan.
Jasa Marga pun mengingatkan para pengguna jalan tol agar tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan, termasuk menjaga kondisi fisik saat berkendara jarak jauh.
“Salah satu fokus Jasa Marga saat ini dalam upaya meningkatkan kualitas layanan adalah pengelolaan program rejuvenasi Travoy Rest, sebutan untuk rest area yang dimiliki dan dikelola oleh Jasa Marga. Rejuvenasi difokuskan pada pembaruan fasilitas umum, penataan tenant, serta optimalisasi area parkir dan ruang terbuka hijau untuk menjamin kenyamanan pengguna saat beristirahat. Selain itu, kami juga memodernisasi fasilitas dan meningkatkan kapasitas tampung rest area agar tetap relevan dengan kebutuhan pengguna jalan saat ini,” ujar Rivan, Jumat (15/5/2026).
Rivan juga meminta pengguna jalan untuk aktif memantau kondisi lalu lintas serta kapasitas rest area melalui aplikasi Travoy guna menghindari kepadatan kendaraan di titik tertentu.
"Sehingga potensi penumpukan kendaraan di satu titik dapat kita hindari bersama untuk mewujudkan kelancaran dan kenyamanan perjalanan dari para pengguna jalan tol," ujar Rivan.
Editor : Iwan Setiawan