get app
inews
Aa Text
Read Next : BGN Bongkar Fakta: 116 Juta Warga Indonesia Masih Kekurangan Kalori dan Protein

BGN Ancam Berhentikan Operasional Dapur SPPG yang Masih Beli Telur dari Tengkulak

Senin, 01 Juni 2026 | 18:50 WIB
header img
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang, saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. (Foto: Arif/iNewsSurabaya.id)

Nanik menilai terdapat ketimpangan dalam rantai distribusi yang membuat peternak belum menikmati keuntungan secara maksimal dari naiknya kebutuhan pangan nasional.

"Permintaan telur sebenarnya naik, tetapi peternak belum merasakan manfaatnya secara maksimal. Jangan sampai keuntungan terbesar justru dinikmati pedagang perantara, sementara peternak yang memproduksi telur tetap mengalami tekanan harga," ujarnya.

Untuk mempercepat penyerapan hasil produksi peternak, BGN meminta dapur-dapur MBG di Magetan meningkatkan penggunaan telur lokal dalam menu makanan yang disajikan kepada penerima manfaat. Konsumsi telur bahkan didorong naik hingga dua sampai tiga kali lipat.

Nanik berharap langkah tersebut mampu mendongkrak harga telur dalam waktu singkat sekaligus memperbaiki kondisi ekonomi peternak.

"Saya minta dalam satu minggu sudah ada perubahan harga. Untuk sementara gunakan telur dari peternak Magetan dan beli langsung dari sumbernya sampai harga kembali stabil," katanya.

Tak hanya sektor peternakan, BGN juga memberi perhatian terhadap komoditas pertanian yang mengalami penurunan harga. Dalam kunjungannya, Nanik menemukan harga pokcoy sedang tertekan sehingga membutuhkan dukungan pasar agar hasil panen petani tetap terserap.

Karena itu, dapur-dapur MBG didorong memperbanyak penggunaan sayuran lokal yang tengah mengalami penurunan harga, termasuk pokcoy.

"Kami meminta jika ada harga sayuran yang jatuh segera diinformasikan. Saat ini pokcoy perlu dibantu penyerapannya. Dapur MBG bisa memperbanyak penggunaan pokcoy agar harga di tingkat petani membaik," jelasnya.

Ia juga menyinggung keberhasilan kebijakan serupa yang pernah diterapkan saat harga kentang anjlok di sejumlah daerah. Ketika itu, dapur MBG diarahkan menggunakan kentang sebagai alternatif sumber karbohidrat sehingga hasil panen petani dapat terserap lebih optimal.

Nanik menegaskan, Program Makan Bergizi Gratis memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Program strategis nasional tersebut diharapkan menjadi penggerak ekonomi daerah melalui penyerapan hasil pertanian dan peternakan lokal.

Dengan pola pengadaan yang mengutamakan pembelian langsung dari petani dan peternak, BGN ingin memastikan manfaat anggaran negara benar-benar dirasakan oleh masyarakat di tingkat akar rumput.

"Kami ingin Program MBG memberikan manfaat langsung kepada petani, peternak, dan pelaku usaha lokal. Karena itu seluruh pengadaan bahan pangan harus mengutamakan produk lokal yang tersedia di daerah masing-masing," pungkasnya.

Editor : Iwan Setiawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut