Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026
JAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga penghujung 2026. Jaminan tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Bahlil mengatakan keputusan mempertahankan harga BBM subsidi tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto. Kebijakan itu diambil untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mempertahankan stabilitas perekonomian nasional.
"Saya sekali lagi mengatakan bahwa komitmen kami sebagai Menteri ESDM, atas arahan Bapak Presiden, harga BBM subsidi tidak akan kita naikkan sampai dengan 31 Desember 2026," kata Bahlil di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Menurut Bahlil, kebijakan tersebut tidak akan berubah meskipun harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) mengalami fluktuasi. Pemerintah, kata dia, akan tetap mempertahankan harga BBM bersubsidi hingga akhir tahun.
Bahlil menegaskan keberpihakan terhadap masyarakat menjadi salah satu pertimbangan utama pemerintah dalam menetapkan kebijakan energi.
"Mau berapa pun harga ICP-nya, kita akan jaga karena apa? Kita harus betul-betul punya kepekaan hati kepada rakyat, kepada saudara-saudara kita, agar ekonomi kita tetap bisa berjalan di bawah," ujarnya.
Saat ini, harga BBM bersubsidi jenis Pertalite masih berada di level Rp10.000 per liter. Sementara itu, harga Bio Solar ditetapkan sebesar Rp6.800 per liter.
Dengan kepastian tersebut, pemerintah memastikan kedua jenis BBM bersubsidi itu tidak mengalami kenaikan harga hingga 31 Desember 2026.
Editor : Iwan Setiawan