Tragis! Baru Pulang COD Celurit, Remaja Asal Bandung Barat Tewas Dibacok di Purwakarta
PURWAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Seorang remaja berinisial AF (16), warga Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, tewas setelah menjadi korban pembacokan di Jalan Raya Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jumat pagi (3/7/2026).
Korban diduga diserang oleh sekelompok pemuda yang mengendarai sepeda motor menggunakan senjata tajam jenis celurit. Akibat luka bacok yang dideritanya, korban meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju RSUD Bayu Asih Purwakarta.
Suasana duka menyelimuti kamar jenazah RSUD Bayu Asih. Ibu korban histeris saat mengetahui anak kesayangannya meninggal dunia secara tragis. Keluarga mengaku tidak mengetahui siapa pelaku maupun motif penyerangan tersebut.
"Kami berharap polisi segera menangkap para pelaku dan mengungkap kasus ini," ujar Apris, tante korban.
Sementara itu, hasil penyelidikan sementara Polres Purwakarta mengungkap, sebelum kejadian korban bersama tiga temannya baru saja melakukan transaksi cash on delivery (COD) untuk membeli senjata tajam jenis celurit di wilayah Kabupaten Subang.
Dalam perjalanan pulang, tepatnya di Jalan Raya Campaka, korban dan rombongannya diduga dipepet oleh enam orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor. Cekcok mulut sempat terjadi hingga berujung aksi pembacokan.
Ironisnya, korban diduga dibacok menggunakan celurit yang baru saja dibelinya dalam transaksi COD tersebut.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, mengatakan pihaknya masih mendalami motif penyerangan dan terus memburu para pelaku.
"Identitas para pelaku sudah kami kantongi dan saat ini masih dalam pengejaran. Motif kejadian juga masih kami dalami," ujar AKP I Made Purwantara.
Polisi juga masih mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti untuk mengungkap secara utuh kronologi peristiwa berdarah tersebut.
Kasus ini masih dalam penanganan Satreskrim Polres Purwakarta. Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan para pelaku agar segera melapor guna mempercepat proses pengungkapan kasus.***
Editor : Iwan Setiawan