get app
inews
Aa Text
Read Next : Kebakaran TPA Cikolotok Hanguskan Sekitar Satu Hektare Lahan, Truk Sampah Tetap Beroperasi

Andra dan Lukisan Hitam Putihnya: Sepenggal Lakon dari Panggung Art With Heart

Kamis, 09 Juli 2026 | 05:35 WIB
header img
Daya ingat visual Nadhifandra Naladira yang sangat tajam dituangkannya dalam karya lukis. (Foto: dok Andra)

Di tengah keramaian pengunjung yang berlalu-lalang, Nadhifandra Naladira terus berkutat dengan lukisannya yang baru setengah jadi. Tangannya tak berhenti meliuk-liukkan drawing pen di atas kertas putih berukuran A3. Dari goresan demi goresan, tercipta sebuah lukisan hitam putih yang menakjubkan: suasana riuh rendah di salah satu sudut jalan Kota Jakarta. 

SAAT itu Andra, sapaan akrab Nadhifandra, sedang mengikuti ajang Panasonic-Gobel Art Charity ‘Art with Heart’, pameran seni inklusif kolaborasi antara seniman difabel dengan seniman senior. Acara digelar di Main Atrium Gandaria City Mall, Jalan Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, 21-24 Mei 2026. 

Ini merupakan kali ketiga bagi Andra dan sejumlah rekannya mengikuti ajang tahunan yang digelar sejak 2023 tersebut. Andra, pemuda dengan kondisi neurodivergent, tampak antusias dan semringah sepanjang perhelatan berlangsung. 

Dalam ajang tersebut, pemuda yang gemar jogging dan bersepatu roda itu merasa bangga bisa berkolaborasi dengan para seniman senior.
Art with Heart, bagi anak pertama dari dua bersaudara itu, menjadi salah satu momen berharga dalam perjalanan kariernya sebagai pelukis. Dia berharap momen seperti ini akan terus berlanjut untuk tahun-tahun berikutnya. 

“Andra memiliki kemampuan melukis objek yang sebelumnya pernah dilihat dan diingatnya, tanpa menggunakan kamera. Dia melukis berdasarkan ingatan fotografisnya, atau biasa disebut photographic memory. Daya ingat visualnya sangat tajam,” tutur Meidy Fatmilianti, ibu Andra, Minggu, 27 Juni 2026.

Uniknya, imbuh Meidy, untuk menuangkan objek dari benaknya ke atas kertas atau kanvas, Andra tak memerlukan pensil, penghapus, dan penggaris, “Dia langsung menggunakan drawing pen. Objek yang dia lukis tampak sangat rinci dan detail,” terangnya.  

Dikatakan Meidy, di hari kedua acara Art with Heart, di sela para pengunjung yang tengah melihat kelihaian Andra melukis, seseorang menghampirinya. 
“Bagaimana dan berapa lama anak ibu belajar melukis hingga melahirkan karya seperti ini?” tanya orang yang ternyata seorang arsitek itu. Meidy menjawab, “Otodidak”.

“Otodidak? Wow! Saya sebagai seorang arsitek saja belum bisa membuat lukisan seperti ini, meski sudah belajar selama dua tahun” ujarnya seraya menggeleng-gelengkan kepala tanda takjub. 

Meidy membalasnya dengan senyum. Sementara Andra masih berkutat dan fokus dengan lukisannya. Tangannya terus menciptakan goresan-goresan. Dia seakan tak hirau dengan orang-orang di sekelilingnya, yang dengan terang-terangan memuji karyanya.

Editor : Iwan Setiawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut