Hadapi Kemarau 2026, PJT II Andalkan OMC dan Sistem Gilir-Giring Jaga Pasokan Air Waduk Jatiluhur
Untuk menambah cadangan air, PJT II bersama BMKG, BBWS Citarum, PT PLN Indonesia Power UBP Saguling, dan PT PLN Nusantara Power UP Cirata melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 30 Juli hingga 5 Agustus 2026. Penyemaian awan dilakukan secara responsif berdasarkan analisis kondisi atmosfer agar mampu meningkatkan inflow ke Waduk Kaskade Citarum.
Direktur Operasi dan Pemeliharaan PJT II, Anton Mardiyono, mengatakan OMC menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga volume tampungan air selama musim kemarau.
"Melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca, kami berharap inflow ke Waduk Kaskade Citarum dapat terus meningkat sehingga volume tampungan air tetap terjaga dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, irigasi, industri, sekaligus mendukung ketahanan air, pangan, dan energi nasional," katanya.
Selain OMC, PJT II juga menerapkan sistem gilir-giring, yakni pola distribusi air secara bergilir untuk memastikan pasokan air irigasi tetap merata di tengah keterbatasan debit. Pengaturan distribusi dilakukan mengacu pada Rencana Tata Tanam Global (RTTG) agar jadwal tanam petani tetap berjalan sesuai rencana.
Tak hanya itu, PJT II juga melakukan penanganan darurat terhadap sejumlah infrastruktur sumber daya air yang berada dalam kondisi kritis. Perbaikan dilakukan pada tanggul saluran sekunder, titik-titik rawan kebocoran, hingga bangunan air guna menjaga keandalan sistem distribusi selama musim kemarau.
Editor : Iwan Setiawan