Demi Ketahanan Pangan, Sistem Pengujian Mutu Benih Diperkuat
Sejumlah parameter penting seperti daya kecambah, kemurnian fisik, hingga potensi patogen tular benih (seed-borne pathogen) menjadi bagian dari evaluasi mutu yang membutuhkan proses pengujian secara akurat dan konsisten.
Sementara itu, Managing Director Ewindo, Isak Heryawan, menegaskan bahwa penguatan sistem laboratorium pada akhirnya ditujukan untuk menjaga kepercayaan dan keberlanjutan usaha tani para petani pengguna benih.
“Bagi petani, benih adalah investasi awal yang menentukan kelangsungan budi daya mereka. Oleh karena itu, membangun kepercayaan petani tidak bisa sekadar melalui janji, melainkan harus dibuktikan lewat konsistensi mutu produk,” kata Isak.
Menurutnya, penguatan laboratorium pengujian merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga konsistensi mutu benih sehingga petani dapat merencanakan proses pertanian dengan lebih baik dan tenang.
Dengan semakin kuatnya sistem pengujian berbasis standar nasional dan internasional, kepastian mutu benih diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga memberikan perlindungan dan nilai tambah bagi petani serta mendukung keberlanjutan sektor pertanian Indonesia.**"
Editor: Iwan Setiawan