Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kemarau dan Serangan Penyakit Mengintai, Petani Butuh Benih yang Adaptif dan Cepat Panen
Advertisement . Scroll to see content

Revolusi Bawang Merah: Dari Umbi ke Biji, Hasil Lebih Melimpah

Selasa, 21 April 2026 | 07:11 WIB
  • author irwan
Revolusi Bawang Merah: Dari Umbi ke Biji, Hasil Lebih Melimpah
Petani bawang merah. (Foto: Ist)

JAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Keputusan besar meninggalkan zona nyaman sebagai pegawai negeri sipil (PNS) menjadi titik balik hidup Tono Suwarna. Pria asal Cimaung, Jawa Barat ini kini dikenal sebagai petani bawang merah sukses berkat keberaniannya mengadopsi inovasi budidaya True Shallot Seed (TSS) atau bawang merah dari biji.

Di tengah fluktuasi harga dan tantangan budidaya konvensional, Tono memilih keluar dari kebiasaan lama. Ia tidak lagi menanam bawang merah dari umbi, melainkan menggunakan teknologi TSS yang saat itu masih jarang diterapkan petani.

“Awalnya banyak yang bilang saya nekat. Tapi saya percaya kalau mau maju, harus berani mencoba hal baru,” ujar Tono.

Keputusan itu pun membuahkan hasil. Dengan metode TSS, Tono mampu menghasilkan belasan ton bawang merah per hektare dengan kualitas yang lebih seragam. Tak hanya itu, biaya produksi juga jauh lebih efisien, terutama dalam pengadaan bibit yang selama ini menjadi beban terbesar petani.

“Inovasi ini benar-benar mengubah hidup saya. Biaya lebih hemat, hasil lebih banyak. Dari sini saya bisa menyekolahkan anak-anak sampai perguruan tinggi,” katanya.

Editor: Iwan Setiawan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut