PURWAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Cuaca buruk yang terus menyelimuti Kabupaten Purwakarta hampir sepekan terakhir membawa petaka bagi para petani ikan di Waduk Jatiluhur. Ratusan kilogram bahkan berton-ton ikan air tawar di Keramba Jaring Apung (KJA) dilaporkan mati mendadak, menyebabkan kerugian besar bagi pembudidaya.
Salah satu petani terdampak, Roni, pengelola KJA SGH di Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani, mengungkapkan kematian ikan terjadi secara tiba-tiba sejak Kamis malam.
“Kalau di kolam saya baru kejadian semalam. Di blok lain sudah dua hari sebelumnya. Di sini saja hampir satu ton ikan mati,” ujar Roni saat ditemui di lokasi KJA, Jumat (23/1/2026).
Menurut Roni, cuaca ekstrem yang ditandai langit mendung berkepanjangan tanpa sinar matahari memicu perubahan drastis kondisi air waduk. Suhu air menurun, menyebabkan air dari dasar waduk naik ke permukaan.
“Air dingin dari bawah naik ke atas. Itu air sudah jelek, oksigennya kurang. Ikan enggak kuat, akhirnya mati,” jelasnya.
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
