PURWAKARTA, iNewsPurwakarta.id – Isu perpecahan (friksi) yang terjadi antara Bupati Saepul Bahri Binzein dan Wakil Bupati Purwakarta Bang Ijo Hapidin masih menjadi perbincangan publik.
Praktisi hukum Gegen Diosya Surendageni menilai disharmoni antara keduanya berakar pada beberapa masalah, yaitu bisa secara politis, struktural, dan personal.
“Secara politis, yakni pasangan kepala daerah sering dipasangkan oleh parpol atau elite oligarki dikawin paksa hanya untuk mengejar dukungan elektoral atau modal suara, bukan karena kesamaan visi dan misi. Perbedaan latar belakang parpol inilah yang memicu perbedaan arah kebijakan,” terang Gegen, Kamis (26/2/2026).
Dia mengatakan, sering terjadi adanya pembatasan peran wabup yang menjadikannya hanya sebagai simbol tanpa diberikan kewenangan apa pun dalam pemerintahan.
Hal ini, menurut Gegen, disebabkan oleh adanya ketidakjelasan pembagian tugas bupati dan wabup dalam Undang Undang.
Adapun secara struktural, yakni adanya perebutan pengaruh dalam birokrasi, di mana kedua belah pihak berusaha menempatkan orang-orangnya dalam lingkungan pemerintahan daerah untuk kepentingan politik ke depannya.
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
