“Di Kabupaten Bandung, program Makan Bergizi Gratis per awal Maret 2026 ini sudah berdiri lebih kurang 250 dapur sehat yang tersebar di beberapa kecamatan. Bisa dibayangkan melalui program ini ada banyak manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Menurut Asep Romy, program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Setiap dapur sehat diketahui melibatkan puluhan tenaga kerja dari wilayah setempat.
“Selain itu, terdapat kurang lebih 47 orang petugas yang bekerja di wilayah dapur berada. Artinya dengan berjalannya program ini dapat pula meningkatkan angka pekerja di daerah,” tambahnya.
Komisi IX DPR RI, lanjutnya, akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG. DPR juga mendorong Badan Gizi Nasional untuk meningkatkan pengawasan dalam pengelolaan dan pelaksanaan program agar tepat sasaran serta sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Adapun sasaran penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis mencakup peserta didik pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP). Program ini juga menyasar siswa pendidikan kejuruan (SMK), pendidikan keagamaan, pendidikan khusus, pendidikan layanan khusus, serta para santri di pesantren.
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
