Menurut Nanik, setiap menu yang disiapkan dalam Program MBG telah dirancang dengan mempertimbangkan keseimbangan gizi serta standar keamanan pangan yang ketat. Karena itu, berbagai polemik yang muncul di lapangan akan menjadi bahan evaluasi agar pelayanan kepada penerima manfaat tetap berjalan dengan baik.
“Program MBG menempatkan keamanan pangan dan kualitas gizi sebagai prioritas utama. Kami terus melakukan pemantauan serta evaluasi agar seluruh proses penyiapan hingga distribusi makanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan,” katanya.
Penjelasan tambahan juga disampaikan Ahli Gizi SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan, Fikri Kuttawakil. Ia menerangkan bahwa penggunaan lele marinasi dalam menu MBG memiliki alasan khusus terkait kualitas dan kandungan gizi.
“Kenapa kami menggunakan lele marinasi, pertama untuk mencegah berkurangnya gizi di lele itu dan menambah protein di hari itu. Di marinasi, lele juga bisa bertahan sampai satu hari,” ucapnya.
SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan saat ini melayani sebanyak 3.329 penerima manfaat. Mereka terdiri dari siswa SMA, SMK, dan MA, pelajar SMP dan MTs, anak PAUD dan TK, siswa SLB, tenaga pendidik, serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah tersebut.
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
