Berkah Idul Adha, Ponpes Pembina Santri Khusus di Purwakarta Kebanjiran Pesanan Arang

irwan
Lokasi pembuatan arang di areal Ponpes Al-Islam Darul Iman, Desa Selaawi, Purwakarta. (Foto: inews Purwakarta.id/Irwan)

PURWAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Momen Hari Raya Idul Adha yang identik dengan tradisi membakar sate daging kurban membawa berkah tersendiri bagi sebuah pondok pesantren di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Menjelang Idul Adha 1447 Hijriah, permintaan arang kayu dan arang tempurung kelapa meningkat tajam hingga dua kali lipat dibanding hari biasa.

Lonjakan permintaan tersebut dirasakan oleh Pondok Pesantren Al Islam Darul Iman yang berlokasi di Desa Selaawi, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta. Pesantren yang dipimpin Muhamad Abdul Haris itu memproduksi arang kayu dan arang tempurung kelapa dengan melibatkan para santri binaannya.

Menariknya, santri yang menjalani pembinaan di pesantren tersebut merupakan mantan pecandu narkoba, pecandu game online, hingga mantan anggota geng motor. Selain mendapatkan pendidikan agama Islam, para santri juga dibekali keterampilan membuat arang sebagai bekal kemandirian.

“Menjelang Idul Adha ini permintaan meningkat cukup signifikan, bahkan sampai dua kali lipat dibanding hari biasa. Pemasaran bukan hanya di Purwakarta, tetapi juga sampai ke Bandung,” ujar Muhamad Abdul Haris, pimpinan Ponpes Al Islam Darul Iman.

Di sela kegiatan belajar agama, para santri memanfaatkan waktu untuk memproduksi arang dengan izin dari orang tua masing-masing. Meski demikian, aktivitas pesantren seperti salat lima waktu, mengaji, dan belajar Alquran tetap berjalan seperti biasa.

Dari hasil produksi arang tersebut, para santri juga memperoleh upah tambahan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan selama menjalani pembinaan di pesantren.

Arang yang diproduksi menggunakan bahan baku batang kayu rambutan dan beberapa jenis kayu lainnya. Selain arang kayu, pesantren juga memproduksi arang dari tempurung kelapa yang banyak diminati masyarakat untuk kebutuhan membakar sate saat Idul Adha.

Untuk proses produksinya, pembuatan arang dilakukan di dalam satu bangunan pembakaran selama sekitar lima hari hingga menghasilkan arang siap jual.

Meningkatnya permintaan arang jelang Idul Adha menjadi berkah tersendiri bagi pesantren tersebut. Selain membantu perekonomian pesantren, aktivitas produksi arang juga menjadi sarana pembinaan keterampilan dan pembentukan karakter para santri agar lebih mandiri dan produktif di tengah masyarakat.***

Editor : Iwan Setiawan

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network