PURWAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Warga Perumahan Metro Cikopo, Desa Cibodas, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, digemparkan dengan penemuan seorang marbot masjid yang tewas bersimbah darah di sekitar Masjid Al-Muhajirin, Kamis (6/8/2026) siang.
Korban diketahui berinisial AS (65), yang sehari-hari mengabdikan diri sebagai marbot masjid. Ia ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka bacok di tubuhnya yang diduga akibat serangan senjata tajam.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara, mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 12.30 WIB dan langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
"Korban berinisial AS, usia 65 tahun. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan terkait dugaan penganiayaan atau pembunuhan yang terjadi di Desa Cibodas, Kecamatan Bungursari," ujar Made di lokasi kejadian.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami beberapa luka terbuka akibat bacokan. Polisi menduga pelaku menyerang korban secara berulang menggunakan senjata tajam hingga menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi.
"Luka akibat bacokan ada, luka terbuka terlihat jelas pada tubuh korban. Diduga korban diserang berulang kali," katanya.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa sebilah samurai. Sementara satu senjata tajam lainnya yang diduga berupa celurit masih dalam proses pendalaman.
"Barang bukti yang sudah kami amankan berupa samurai. Untuk celurit nanti kami pastikan kembali," ucap Made.
Meski motif pembunuhan belum diketahui, penyidik memastikan identitas terduga pelaku telah dikantongi. Pelaku diketahui terekam kamera pengawas (CCTV) yang berada di sekitar lokasi kejadian.
"Pelaku sudah teridentifikasi melalui rekaman CCTV. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut," ungkapnya.
Polisi menduga aksi pembunuhan tersebut dilakukan oleh seorang pelaku. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan guna mengungkap kronologi serta motif di balik peristiwa berdarah itu.
"Motif masih kami dalami. Beberapa saksi sudah kami mintai keterangan. Karena kejadian baru berlangsung, kami masih fokus pada olah TKP dan penyelidikan awal," jelas Made.
Jenazah korban kemudian dievakuasi untuk menjalani visum sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Sementara itu, informasi yang beredar di lokasi menyebutkan korban diduga menjadi sasaran serangan saat hendak mengumandangkan azan zuhur di Masjid Al-Muhajirin. Namun, polisi menegaskan informasi tersebut masih didalami dan belum dapat dipastikan sebagai bagian dari kronologi resmi.
Kasus pembunuhan ini masih dalam penyelidikan intensif. Polisi kini memburu pelaku yang identitasnya telah diketahui dan mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut untuk segera melapor kepada pihak kepolisian.
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
