“Jangan lalai, layani masyarakat secara maksimal. Senyum, sapa, dan siap lainnya bukan hanya simbol-simbol yang ada di hiasan dinding. Ini benar-benar harus dilaksanakan sesuai dengan tupoksi,” tegasnya.
Di sisi lain, Direktur Utama RSUD Bayu Asih Purwakarta, Tri Muhammad Hani, mengatakan kunjungan pasien ke unit gawat darurat (UGD) mengalami peningkatan cukup tajam.
Menurutnya, peningkatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan debu, tetapi juga dampak kekeringan panjang yang melanda wilayah Purwakarta.
“Kalau untuk kunjungan di UGD Bayu Asih, sebetulnya dalam kunjungan terakhir ini meningkat sangat tajam. Tapi itu memang dampaknya dari kekeringan yang panjang dan itu memang debu,” kata Tri.
Ia mengakui, kasus ISPA juga mengalami peningkatan. Namun, pihak rumah sakit masih akan menyampaikan data terbaru terkait jumlah pasien dan perkembangan kasus tersebut.
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
