Dalam pengambilan dan pemeriksaan sampel, Diskanak Purwakarta berkoordinasi dengan Balai Veteriner Subang, Kementerian Pertanian. Pemeriksaan diarahkan untuk mendeteksi kemungkinan penyakit African Horse Sickness (AHS) dan Strangles atau penyakit cekik.
Selain itu, Diskanak juga berkoordinasi dengan Bamin Pol Satwa (Kuda) Polda Jawa Barat, mengingat beberapa kuda dipersiapkan untuk mengikuti Kejuaraan Lomba Berkuda Endurance PORDASI.
Antisipasi Penyakit Berbahaya pada Kuda
African Horse Sickness (AHS) merupakan penyakit akibat infeksi virus dari genus Orbivirus yang ditularkan melalui gigitan serangga pengisap darah, khususnya lalat kecil dari genus Culicoides.
Penyakit ini dapat menyebabkan demam tinggi, pembengkakan di sekitar mata, kepala, dan leher, hingga gangguan pernapasan berat. Pada kuda yang belum memiliki kekebalan, tingkat kematiannya dapat mencapai 70 hingga 95 persen.
Hingga saat ini, vaksin AHS belum tersedia di Purwakarta. Karena itu, pengendalian serangga pembawa virus dan pemantauan kesehatan kuda menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan.
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
