Dari Komunitas Makanan Sunda ke Inovasi Sate Kaleng: Kisah Lina Herlina Membawa Cita Rasa Purwakarta

PURWAKARTA, iNewsPurwakarta.id – Pandemi COVID-19 pada 2020 menjadi momentum tak terduga bagi Lina Herlina untuk melahirkan inovasi yang mengubah wajah bisnis kuliner tradisionalnya. Bermula dari komunitas makanan Sunda jadul, perjalanannya kini membuahkan produk sate kaleng berizin BPOM yang tahan dua tahun tanpa bahan pengawet.
Bergabung dengan Komunitas Makanan Sunda Jadul sejak 2018, Lina aktif berbagi passion-nya tentang sate maranggi khas Purwakarta. Di tengah pandemi, komunitas ini kedatangan Dr. Asep, peneliti LIPI Yogyakarta yang menggagas program pengalengan makanan khas daerah.
“Saat itu, banyak rumah makan terpukul karena larangan dine-in. Kami berpikir, bagaimana caranya agar sate tetap bisa dinikmati masyarakat, bahkan dikirim jarak jauh,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, di Pasawahan, Kabupaten Purwakarta belum lama ini.
Dari sinilah ide sate kaleng muncul. Bersama LIPI, Lina menjalani penelitian selama setahun (2020-2021) untuk mengembangkan formula yang mempertahankan cita rasa dan keamanan produk.
Prosesnya tak mudah. “Saya berkali-kali gagal dalam trial. Kunciannya ada di teknik pemanasan suhu tinggi agar sate awet tanpa pengawet,” jelasnya. Hasilnya, Sate Kaleng Sasate resmi mengantongi izin BPOM pada 2021.
Editor : Iwan Setiawan