get app
inews
Aa Text
Read Next : [OPINI]: Menebak Langkah Binzein di Pilkada Purwakarta, Mulus atau Terdepak? 

Dari Komunitas Makanan Sunda ke Inovasi Sate Kaleng: Kisah Lina Herlina Membawa Cita Rasa Purwakarta

Selasa, 18 Maret 2025 | 00:20 WIB
header img
Lina Herlina dengan produk sate maranggi dengan kemasan kaleng. foto: tatang budimansyah

Tanpa modal besar untuk membangun pabrik, Lina memilih kerja sama dengan CV Buana Citra Sentosa di Yogyakarta. Prosesnya dimulai dari Purwakarta. Sate dibakar dan dibumbui secara tradisional, lalu dikirim ke Yogyakarta untuk dikalengkan. 

“Saya menjaga resep turun-temurun. Yang dikirim ke pabrik hanya bahan mentah, sedangkan bumbu dan teknik pemasakan tetap saya rahasiakan,” tegasnya.

Setiap produksi, Sasate menghasilkan 400-500 kaleng sate (@200 gram) yang dipasarkan ke toko oleh-oleh di Purwakarta, Subang, Garut, dan rest area jalan Tol Cipali. Harganya terjangkau, yakni Rp55.000–Rp60.000 per kaleng. 

“Sate ini ready to eat, bisa langsung dinikmati atau diolah menjadi tongseng,” tambahnya.

Meski telah merambah ke platform digital seperti Shopee dan Tokopedia, pemasaran online masih menjadi tantangan. “Saya fokus ke penjualan offline dan mengandalkan reseller. Untuk iklan digital, saya masih belajar,” akunya. 

Dukungan Dinas Koperasi dan UKM setempat melalui pelatihan digital marketing menjadi penyemangat baru. “Kami pernah lolos kurasi Indomaret, tapi masih menunggu purchase order,” ujarnya penuh harap.

Tak berhenti di sate, Lina meluncurkan Simping Maranggi—paduan simping (camilan khas Purwakarta) dengan bumbu sate maranggi. “Ini jawaban atas permintaan pasar akan camilan praktis dengan cita rasa unik,” paparnya. Produk ini menjadi strategi untuk meningkatkan penetrasi pasar digital.

Lina bercita-cita membawa sate kalengnya ke luar negeri. “Saya ingin dunia tahu bahwa sate maranggi tak hanya enak, tapi juga bisa dinikmati dalam kemasan modern,” tandasnya. Dukungan komunitas, LIPI, dan pemerintah daerah menjadi fondasi kuat untuk mewujudkan mimpi tersebut.

Kini, sate kemasan kaleng dengan brand Sasate tak hanya menjadi bukti ketangguhan UKM di masa pandemi, tetapi juga simbol inovasi yang menghidupkan warisan kuliner Nusantara.**

Editor : Iwan Setiawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut