Isu Wabup Purwakarta Bang Ijo Gabung ke PSI, Pengamat Politik: Tiga Parpol Kena Prank

“Sah-sah saja pindah partai, hanya ada satu etika yang harus diperhatikan, yakni etika dengan parpol yang mengusungnya pada Pilkada,” ujar Alaikassalam saat dihubungi melalui telepon, Kamis (3/4/2025).
Saat Partai Demokrat mengusung Bang Ijo dalam Pilkada 2024, Alaikassalam meyakini antarkedua belah pihak sudah ada komitmen yang dibangun.
“Misalnya, komitmen Bang Ijo untuk membesarkan Partai Demokrat Purwakarta. Jadi, ketika Bang Ijo tiba-tiba memutuskan meninggalkan Demokrat, wajar jika parpol ini merasa kecewa. Karena parpol inilah yang mengusung bang Ijo,” imbuh Alaikassalam.
Dihubungi secara terpisah, tokoh pemuda Bojong Asep Saepudin berpendapat lain. Asep mengatakan, rencana Bang Ijo untuk bergabung ke PSI adalah langkah yang tepat untuk menunjang karier politiknya.
“Bang Ijo harus mendapatkan partai yang aman dan nyaman bagi dirinya. Dia kan pendatang baru di kancah politik, tentunya wajar jika pilih pilih partai," ujar Asep.
“Bang Ijo sekarang level politiknya sudah bukan kaleng-kaleng lagi. Selain menjabat sebagai Wabup Purwakarta dan mempunyai tunjangan finansial yang sangat cukup, tentu dia perlu menempati jabatan dalam partai yang sedang berkembang saat ini,” imbuhnya.
Menurut Asep, keputusan Bang Ijo bergabung dengan Partai Demokrat, juga sudah tepat. Tapi menempati jabatan yang mentereng di partai tersebut sangatlah susah.
“Sekarang kan kabarnya Bang Ijo akan pindah ke PSI dengan Jabatan Ketua tingkat Provinsi. tentu itu perlu dilakukan kalau memang ada kesempatan, karena partai ini sedang berkembang cukup pesat walau partai baru,” tandasnya.
Pengamat politik Purwakarta Awod Abdul Gadir turut berkomentar. Dia mengatakan, selama ini Bang Ijo telah berhasil memperdaya tiga partai di Purwakarta, yakni PKB, Nasdem, dan Demokrat.
Editor : Iwan Setiawan