Brimob Amankan Bentrok Antarwarga Desa di Flores Timur Akibat Sengketa Tanah Ulayat
FLORES TIMUR, iNewsPurwakarta.id – Bentrokan antarwarga pecah di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), akibat sengketa tanah ulayat yang melibatkan dua desa. Konflik tersebut memicu aksi pembakaran rumah hingga membuat warga panik dan mengungsi.
Untuk meredam situasi yang masih memanas, aparat kepolisian mengerahkan personel tambahan dari satuan Brimob. Sebanyak 30 personel dari Kompi 1 Batalyon B Pelopor Maumere diterjunkan ke Pulau Adonara guna membantu pengamanan bentrokan antara warga Desa Lewonara Sausina dan Desa Bele Waiburak.
Wadanki 1 Yon B Pelopor Maumere, Iptu Simon Hedo, mengatakan pihaknya mendapat perintah untuk memperkuat pengamanan karena konflik di lapangan belum sepenuhnya mereda.
“Kita cek perkembangannya situasi masih memanas antara masyarakat, ada pembakaran. Kami datang untuk memback-up terkait situasi di wilayah Flores Timur,” ujar Iptu Simon, Sabtu (7/3/2026).
Ia menjelaskan satu peleton personel Brimob telah diberangkatkan menuju lokasi konflik untuk membantu aparat kepolisian setempat menjaga stabilitas keamanan.
“Informasi sementara bentrok antarkampung. Sementara pergeseran yang diminta Kompi 1 ada 30 personel,” katanya.
Bentrokan yang terjadi sejak Jumat (6/3/2026) itu dilaporkan menyebabkan sejumlah rumah dan gudang milik warga terbakar. Kepanikan pun tak terhindarkan ketika api mulai melalap bangunan di sekitar lokasi konflik.
Editor : Iwan Setiawan