Bikin Anak Sekolah ‘Kecanduan’ Susu, MBG Jadi Jembatan Menuju Generasi Emas
Ramadan tahun ini merupakan ramadan kelima Anindy menjalankan ibadah puasa. Namun, ramadan ini merupakan kali pertama dia mengonsumsi susu secara rutin. Diakuinya, dengan mengonsumsi susu di waktu berbuka puasa dan sahur, membuat badannya tetap bugar saat berpuasa.
“Wajar lah kalau badan hanya lemas. Namanya juga sedang puasa. Tapi sejak rutin minum susu, saya tidak merasa loyo seperti ramadan di tahun-tahun sebelumnya. Dulu, maunya tiduuuur melulu,” imbuhnya.
Periode Peak Growth Velocity
Menurut penuturan Anindy, tak sedikit siswa di sekolahnya yang jarang mengonsumsi susu. Adanya program MGB, setidaknya akan memunculkan kebiasaan anak untuk mengonsumsi susu, “Sayangnya, tidak setiap hari menu MBG yang ada susunya. Padahal, makin sering mendapat susu gratis, saya makin girang,” ujar Anindy.
Badan tetap bugar kendati tengah berpuasa karena meminum susu seperti yang diungkapkan Anindy, adalah fakta yang tak terbantahkan.
Dikutip dari situs resmi Badan Gizi Nasional (BGN), Tim Pakar Bidang Susu BGN Prof. Epi Taufik menegaskan, dalam susu terkandung 13 zat gizi yang sangat penting, yakni protein, kalsium, dan vitamin D.

Guru Besar Ilmu dan Teknologi Susu Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (IPB) itu menerangkan, kandungan zat gizi tersebut sangat penting bagi anak usia sekolah. Dikatakannya, susu sangat penting untuk mendukung pertumbuhan tulang, perkembangan otak, dan imunitas tubuh anak,” terangnya.
Dia menambahkan, masa usia 9 hingga 12 tahun adalah periode yang disebut sebagai peak growth velocity. Pada periode ini, anak-anak mengalami percepatan pertumbuhan tinggi badan dan peningkatan kebutuhan energi.
“Kandungan kalsium dari makanan baru memenuhi 7–12 persen dari kebutuhan harian. Untuk menghasilkan pertumbuhan anak yang optimal, susu berfungsi untuk menutupi kekurangan itu,” papar Epi.
Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa susu yang diberikan kepada anak-anak hanya berupa susu tawar tanpa bahan pengawet. Tujuannya untuk menjaga kualitas gizi dan menghindari asupan gula berlebih pada anak.
Editor : Iwan Setiawan