Teror Air Keras Aktivis KontraS Makin Terkuak, TAUD Sebut Ada Jejak Keterlibatan Sipil
JAKARTA, iNewsPurwakarta.id – Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengungkap dugaan keterlibatan pihak sipil dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Indikasi tersebut muncul setelah tim melakukan analisis terhadap puluhan rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.
Anggota TAUD, Afif Abdul Qoyim, mengatakan pihaknya telah menelusuri sedikitnya 34 rekaman CCTV yang berasal dari sejumlah titik, termasuk kantor YLBHI, KontraS, Celios, serta area di sekitar tempat kejadian perkara.
“Jadi untuk itu kami telah melakukan analisis terhadap 34 CCTV yang ada di YLBHI, KontraS, Celios dan juga di sekitaran TKP. Nah di bukti-bukti itu kami menemukan setidaknya belasan pelaku yang diindikasikan berada di lapangan,” ujar Afif.
Dari hasil penelusuran tersebut, TAUD melihat adanya keterkaitan antarindividu yang diduga terlibat di lokasi. Temuan ini dinilai memperkuat dugaan bahwa peristiwa tersebut tidak hanya melibatkan oknum militer, tetapi juga unsur sipil.
“Berdasarkan petunjuk yang ada itu terdapat situasi saling terhubung antarsesama pelaku. Dari keberadaan pelaku yang kami analisis tersebut sangat terbuka indikasi bagaimana dalam peristiwa penyiraman air keras terhadap Andre Yunus itu melibatkan sipil,” kata Afif.
Berdasarkan temuan tersebut, TAUD mendesak kepolisian untuk mengusut perkara ini hingga tuntas tanpa tebang pilih.
Sebelumnya, kasus ini telah dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri melalui laporan tipe B yang diajukan oleh korban, Andrie Yunus, melalui kuasa hukumnya.
“Secara umum kami ingin berpartisipasi dalam mengungkap kebenaran dan juga menegakkan keadilan bagi korban terutama Andrie Yunus melalui skema hukum yang sah dan juga konstitusional,” katanya.
Dalam laporan yang diajukan, TAUD juga mengkonstruksikan peristiwa ini sebagai tindak pidana terorisme serta percobaan pembunuhan berencana yang dilakukan secara bersama-sama.
Sejumlah barang bukti telah diserahkan kepada pihak kepolisian, termasuk dokumen serta rekaman CCTV yang telah dianalisis guna mengungkap keterkaitan antar pelaku dalam kasus tersebut.
Editor : Iwan Setiawan