Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kemarau dan Serangan Penyakit Mengintai, Petani Butuh Benih yang Adaptif dan Cepat Panen
Advertisement . Scroll to see content

Revolusi Bawang Merah: Dari Umbi ke Biji, Hasil Lebih Melimpah

Selasa, 21 April 2026 | 07:11 WIB
  • author irwan
Revolusi Bawang Merah: Dari Umbi ke Biji, Hasil Lebih Melimpah
Petani bawang merah. (Foto: Ist)

Sebagai salah satu komoditas strategis, bawang merah memiliki peran penting dalam kebutuhan rumah tangga di Indonesia. Konsumsi nasional tercatat mencapai 2,8 hingga 3 kilogram per kapita per tahun.

Namun, tingginya permintaan belum sepenuhnya diimbangi dengan produktivitas. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan rata-rata hasil panen bawang merah nasional masih berkisar 9–10 ton per hektare.

Kesenjangan ini membuka peluang besar bagi inovasi seperti TSS untuk meningkatkan produksi sekaligus kesejahteraan petani.

Teknologi TSS, khususnya benih unggul seperti MERDEKA F1, terbukti mampu meningkatkan hasil panen hingga 14–18 ton per hektare. Artinya, terjadi peningkatan sekitar 40 hingga 80 persen dibanding metode konvensional.

Tak hanya itu, penggunaan TSS juga mampu menekan biaya bibit hingga 30–50 persen, memberikan margin keuntungan yang lebih besar bagi petani.

Editor: Iwan Setiawan

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut