get app
inews
Aa Text
Read Next : Buntut Kasus Kiai di Pati Cabuli Santriwati, Kemenag Tutup Ponpes Ahfidzul Quran Ndholo Kusumo

Hotman Paris Minta Para Korban Dugaan Pelecehan di Ponpes Pati Berani Buka Suara 

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:44 WIB
header img
Hotman Paris siap mendampingi para korban kasus dugaan pelecehan di pondok pesantren Pati. (Foto: iNews.id)

CIREBON, iNewsPurwakarta.id - Hotman Paris Hutapea ikut turun tangan dalam kasus dugaan pelecehan seksual terhadap puluhan santriwati di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pengacara kondang itu secara terbuka mengundang para korban datang ke Jakarta untuk menyampaikan kesaksian mereka.

Kasus yang menyeret nama pengasuh pesantren berinisial Kiai A tersebut kini menjadi sorotan publik. Hotman bahkan menyatakan siap membantu biaya perjalanan para korban yang berani bersuara demi mencari keadilan.

“Bagi para korban santri lainnya yang mau jalan darat ke Jakarta, Hotman bersedia membantu membiayai perjalanan asalkan kalian berani bersuara,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Hingga Kamis siang, sejumlah korban dilaporkan telah dijemput dan diberangkatkan menuju Jakarta oleh tim Hotman 911. Di antara rombongan itu, terdapat dua korban yang diketahui merupakan pasangan suami istri.

Sang suami mengaku bukan hanya istrinya yang menjadi korban dugaan pelecehan seksual, tetapi dirinya juga mengalami kerugian secara finansial. Dengan nada terbata-bata, ia berharap kasus tersebut dapat dibongkar secara terang benderang dan para korban memperoleh perlindungan hukum.

“Ini ada lima orang rencananya mau ikut undangan Bapak Hotman Paris. Mau menjelaskan kasus iblis Ashari ini. Harapannya, pondoknya, semuanya dibubarkan,” ujar salah satu korban berinisial S.

Ia juga meminta agar para korban yang mengalami trauma mendapat pendampingan serius karena dampak yang ditimbulkan dinilai sangat berat.

"Korban pelecehan agar mendapat pendampingan karena ini luka seumur hidup," katanya.

Kasus dugaan pelecehan seksual di pesantren tersebut sebelumnya viral di media sosial dan memicu kemarahan publik setelah jumlah korban disebut mencapai 50 orang.

Editor : Iwan Setiawan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut