Perpustakaan Rusak Akibat Pergeseran Tanah, 6.000 Buku Dipindah ke Posyandu
Pihaknya telah berkomunikasi dengan pemerintah desa maupun perusahaan yang sebelumnya memberikan bantuan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Namun, upaya perbaikan masih terkendala status lahan yang bukan merupakan aset pemerintah serta keterbatasan anggaran.
“Kami sudah mencoba berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk pemberi CSR. Harapan kami sederhana, semoga ada solusi agar perpustakaan ini bisa diperbaiki. Kami ingin anak-anak kembali memiliki ruang belajar yang aman,” katanya.
Bagi Romli, keberadaan perpustakaan semakin penting, terutama saat tahun ajaran baru ketika banyak anak usia dini mulai belajar membaca.
Ia berharap pemerintah daerah, pemerintah desa, perusahaan, hingga BUMN di sekitar Purwakarta dapat bersama-sama mencari solusi.
Editor : Iwan Setiawan