BNN Minta Tambahan Anggaran Rp5 Triliun, DPR Desak Ganja Medis Ikut Dibiayai
Politikus Partai Demokrat itu menilai penelitian mengenai ganja medis belum menunjukkan perkembangan berarti dalam beberapa tahun terakhir. Dia menduga keterbatasan anggaran menjadi salah satu faktor yang membuat penelitian tersebut belum terlaksana.
“Sudah tiga tahun ini nggak jadi-jadi, mungkin karena nggak ada anggarannya. Apakah sudah masuk anggarannya perintah MK untuk meneliti ganja medis?” ujarnya.
Hinca juga mengingatkan agar ganja medis tidak langsung disamakan dengan narkotika yang selama ini menjadi sasaran operasi pemberantasan BNN. Menurut dia, perlu ada kajian ilmiah untuk mengetahui manfaat dan risiko penggunaannya dalam bidang kesehatan.
“Menurut para ahli, ganja medis nggak sama dengan yang kita sebutkan tadi itu Pak. Oke? Dan belum pernah juga disajikan ganja medis itu apa dampaknya. Yang betul adalah dibutuhkan dia sebagai medis,” kata dia.
Karena itu, Hinca meminta BNN menambahkan alokasi anggaran penelitian ganja medis apabila belum tercantum dalam usulan tambahan Rp5,05 triliun tersebut.
“Mohon betul-betul apakah anggaran yang Rp5 triliun anda minta ini sudah masuk penelitian itu? Kalau belum tambah lagi,” katanya.
Hinca kemudian menghubungkan isu penelitian ganja medis dengan pembahasan Rancangan Undang-Undang Komoditas Strategis di Badan Legislasi DPR. Dia menyebut ganja medis menjadi salah satu komoditas yang turut dipertimbangkan dalam pembahasan tersebut.
Editor : Iwan Setiawan