Penyelesaian Konflik Papua, Panglima TNI Akui Tak Bisa Bergerak Sendirian
Menurut Agus, kerja sama lintas sektor tidak hanya diperlukan dalam aspek keamanan, tetapi juga pembangunan infrastruktur. Infrastruktur yang memadai, kata dia, dapat membantu menggerakkan perekonomian masyarakat di Papua.
Dia mencontohkan akses jalan dan jembatan yang baik akan memudahkan masyarakat membawa hasil pertanian untuk dijual. Sebaliknya, keterbatasan infrastruktur dapat membuat warga harus menempuh perjalanan lebih jauh.
"Supaya kesejahteraan masyarakat, ekonominya juga lancar, masyarakat bercocok tanam bisa segera dijual kalau jembatannya ada. Kalau nggak kan harus muter berjam-jam. Jadi semuanya harus berkolaborasi antara TNI dengan kementerian-kementerian," katanya.
Salah satu insiden kekerasan terbaru terjadi di kawasan Habema, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Aris Sanda (41), seorang sopir angkutan asal Toraja, ditemukan meninggal dunia bersama kendaraannya yang terbakar.
Komando Operasi Habema TNI menyebut kelompok bersenjata OPM Kodap III Ndugama sebagai pihak yang diduga melakukan kekerasan terhadap Aris. Aparat gabungan masih melakukan pengejaran dan penyelidikan terhadap pihak yang diduga terlibat.
Jenazah Aris telah dipulangkan ke kampung halamannya di Tanah Toraja, Sulawesi Selatan. Pada Jumat (18/9/2026), jenazah bersama keluarga diberangkatkan dari Wamena menuju Sentani. Selanjutnya, jenazah diterbangkan ke Makassar sebelum melanjutkan perjalanan menuju Tanah Toraja.
Untuk judul yang lebih keras ala portal berita, alternatifnya: “Warga Sipil Berguguran di Papua, Panglima TNI: Menyelesaikannya Tak Hanya oleh TNI”.
Editor: Iwan Setiawan