Kemarau Panjang Ancam Panen Cabai, Benih Tahan Penyakit Jadi Solusi Petani
JAKARTA, iNewsPurwakarta.id - Kemarau panjang akibat dampak El Nino menjadi ancaman serius bagi petani cabai di Indonesia. Selain keterbatasan air, suhu tinggi juga meningkatkan risiko serangan hama dan penyakit tanaman yang dapat menyebabkan hasil panen merosot, bahkan gagal panen.
Kondisi tersebut mendorong perlunya inovasi teknologi pertanian, salah satunya melalui penggunaan benih varietas unggul yang memiliki ketahanan terhadap penyakit dan mampu beradaptasi dengan kondisi cuaca ekstrem.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan PT East West Seed Indonesia (Ewindo) adalah cabai keriting hibrida Laba TAVI F1. Varietas ini dikembangkan untuk membantu petani menghadapi ancaman penyakit yang kerap muncul dalam budidaya cabai, terutama saat kondisi lingkungan tidak mendukung.
Sawal, petani cabai asal Jawa Tengah, mengaku mengalami gagal panen setelah sebagian besar tanaman cabainya mati akibat kondisi cuaca kering.
“Akibat tidak ada hujan kami gagal panen. Ada sebagian kecil tanaman yang bisa dipanen, tapi itu pun hasilnya tidak bagus,” katanya.
Kekeringan dapat menyebabkan tanaman mengalami stres sehingga pertumbuhannya terganggu dan lebih rentan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman. Di sisi lain, serangan kutu daun (aphids), thrips, dan kutu kebul (Bemisia tabaci) juga menjadi perhatian karena hama tersebut dapat menularkan virus yang merusak tanaman cabai.
Editor: Iwan Setiawan