Kemarau Panjang Ancam Panen Cabai, Benih Tahan Penyakit Jadi Solusi Petani
“Saya melihat Laba TAVI F1 memiliki performa tanaman yang baik. Bagi kami petani cabai, kondisi cuaca yang tidak menentu dan serangan penyakit menjadi tantangan tersendiri karena bisa memengaruhi hasil panen. Karena itu, memilih varietas yang memiliki ketahanan terhadap penyakit menjadi salah satu pertimbangan penting dalam budidaya cabai,” ujar Agus.
Ia berharap pemilihan varietas yang tepat, disertai perawatan tanaman yang baik, dapat membantu petani mempertahankan produktivitas dan memperoleh hasil panen yang lebih optimal.
Untuk memperluas pemahaman petani mengenai penggunaan benih unggul, Ewindo menggelar kegiatan edukasi di sejumlah sentra produksi cabai nasional.
Salah satu kegiatan berlangsung di Kecamatan Bandar Huluan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 230 petani dari tiga kabupaten, yakni Simalungun, Batubara, dan Deli Serdang.
Melalui edukasi dan pemanfaatan teknologi benih, upaya mitigasi dampak kemarau panjang diharapkan dapat membantu menjaga keberlanjutan usaha tani sekaligus mendukung stabilitas produksi dan pasokan cabai di pasar nasional.
Meski demikian, penggunaan varietas tahan penyakit tetap perlu didukung pengelolaan air, pemeliharaan tanaman, dan praktik pengendalian hama terpadu agar hasil budidaya dapat lebih optimal.***
Editor: Iwan Setiawan