Sesampainya di rumah agen, hal pertama yang dilakukan Maryam adalah menyeruput secangkir kopi untuk menghangatkan sekujur tubuhnya.
“Selanjutnya, barulah kami terlibat dalam perbincangan seputar keagenan. Misalnya soal kendala yang dihadapi, progres, rencana, dan informasi tentang promo-promo terbaru dari Pegadaian. Ya, perbincangan yang berkaitan dengan upaya untuk mengakselerasi pencapaian agen,” paparnya.
Sebuah Tantangan yang Mengasyikkan
Maryam tercatat sebagai PAP sejak 2016. Perjalan waktu yang tidak sebentar. Sesuai dengan pencapaian yang ditargetkan PT Pegadaian, ibu enam anak ini mesti menyambangi 75 agen dalam sebulan. Agen-agen tersebut, baik Agen Pemasar maupun Agen Pembayaran, tersebar di 17 kecamatan yang ada di Purwakarta.
“Kami menyebut kunjungan tersebut sebagai Sapa Agen. Pokoknya, banyak keseruan saat menjalaninya. Jika ditanya suka dukanya, nyaris tak ada dukanya. Setiap hari, ada hal baru yang saya bisa nikmati. Bisa disyukuri,” ucap Maryam.
Solihin dan Siti Maryam di depan outlet Agen Pegadaian miliknya. foto: iNewsPurwakarta.id/tatang budimansyah
Selain Sapa Agen, sebagai PAP Maryam juga mesti mengaktivasi 15 agen baru dalam sebulan. “Bagi saya, merekrut seseorang untuk menjadi agen, merupakan tantangan yang mengasyikkan. Alhamdulillah, dengan cara pendekatan yang saya lakukan, tak sulit dalam merekrut agen baru,” ujarnya.
Keuletan memang tak pernah berbuah sia-sia. Seperti yang dialami Maryam. Dia selalu mencapai target. Tak heran, selain menerima gaji bulanan, dia juga kerap menerima banyak reward dari Pegadaian atas pencapaiannya itu. Saat ini, di Purwakarta tercatat tak kurang dari 300 agen yang aktif.
“Jika ditotalkan, jumlahnya lebih banyak dari angka itu. Tapi memang ada beberapa agen yang tak aktif,” imbuhnya.
Maryam mesti bersyukur, karena dari agen sebanyak itu, sebagian besar sudah berhasil. Omzetnya sudah mencapai miliaran rupiah, “Mereka sudah merasakan banyak manfaat sebagai agen Pegadaian,” ujarnya.
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
