“Pernah ada yang jatuh karena menghindari lubang. Apalagi kalau malam atau habis hujan, lubangnya tidak kelihatan. Untuk mengantisipasi timbulnya kecelakaan, warga suka berinisiasi menambal jalan dengan material seadanya,” katanya.
Kondisi tersebut dinilai bertolak belakang dengan jargon pembangunan daerah yang selama ini digaungkan pemerintah daerah, yakni “Purwakarta Istimewa”, yang salah satu fokusnya adalah pembangunan infrastruktur.
“Kalau masih banyak jalur jalan kabupaten yang masih rusak, di mana istimewanya kabupaten ini?” tandas Jaenal.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan memperbaiki jalan tersebut agar tidak menimbulkan korban kecelakaan berikutnya dan aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan dengan aman dan lancar.
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
