Tak hanya meringankan biaya, program ini juga memberikan pengalaman berkesan bagi pasangan pengantin. Selain mendapatkan bantuan dana, mereka juga menerima “uang undangan” dari bupati dan jajaran pejabat Pemkab Purwakarta.
Salah satu pasangan, Yusuf dan Anisa, mengaku sangat bersyukur bisa mengikuti program tersebut. Mereka merasa terbantu karena dapat menikah tanpa harus memikirkan biaya besar.
“Kami sangat terbantu. Selain gratis, kami juga dapat bantuan. Jadi bisa memulai kehidupan baru tanpa beban,” ungkap mereka.
Ke depan, program nikah hemat ini akan terus digalakkan di seluruh KUA di wilayah Kabupaten Purwakarta. Bahkan, pemerintah daerah menyediakan fasilitas tambahan seperti kendaraan dinas untuk menjemput pengantin, hingga penggunaan rumah dinas bupati sebagai tempat bulan madu.
Dengan berbagai kemudahan ini, Pemkab Purwakarta berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam merencanakan pernikahan—mengutamakan makna sakral dibanding kemewahan, serta terhindar dari jeratan utang yang berisiko di masa depan.***
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
