Dari hasil produksi arang tersebut, para santri juga memperoleh upah tambahan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan selama menjalani pembinaan di pesantren.
Arang yang diproduksi menggunakan bahan baku batang kayu rambutan dan beberapa jenis kayu lainnya. Selain arang kayu, pesantren juga memproduksi arang dari tempurung kelapa yang banyak diminati masyarakat untuk kebutuhan membakar sate saat Idul Adha.
Untuk proses produksinya, pembuatan arang dilakukan di dalam satu bangunan pembakaran selama sekitar lima hari hingga menghasilkan arang siap jual.
Meningkatnya permintaan arang jelang Idul Adha menjadi berkah tersendiri bagi pesantren tersebut. Selain membantu perekonomian pesantren, aktivitas produksi arang juga menjadi sarana pembinaan keterampilan dan pembentukan karakter para santri agar lebih mandiri dan produktif di tengah masyarakat.***
Editor : Iwan Setiawan
Artikel Terkait
